banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Nasional

Dr. Edy Wuryanto Dorong Solusi bagi Dokter Umum, Soroti Pencegahan DO hingga Kepastian Karier

×

Dr. Edy Wuryanto Dorong Solusi bagi Dokter Umum, Soroti Pencegahan DO hingga Kepastian Karier

Sebarkan artikel ini
Foto : Dr. H. Edy Wuryanto, S.Kp., M.Kep., Anggota Komisi IX DPR RI, menjadi narasumber pada Health Policy Session II dalam Pelantikan dan Raker PP PDUI dan KDI Periode 2026–2029 di Hotel Luwansa, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

SeputarDesa.com, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. H. Edy Wuryanto, S.Kp., M.Kep., menegaskan pentingnya keberpihakan negara terhadap calon dokter dan dokter umum agar memperoleh kepastian pendidikan, profesi, serta kesejahteraan. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada Health Policy Session II dalam rangka Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PP PDUI) dan Kolegium Dokter Indonesia (KDI) Periode 2026–2029, yang digelar di Hotel Luwansa, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Dalam paparannya, Edy Wuryanto menyoroti sejumlah persoalan yang masih membayangi dunia pendidikan kedokteran di Indonesia. Ia mendorong adanya kebijakan yang mampu mencegah mahasiswa kedokteran mengalami drop out (DO), memberikan solusi bagi peserta retaker Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD), serta menjamin kesejahteraan dan kepastian karier dokter umum setelah menyelesaikan pendidikan.

Baca Juga :  Koperasi Desa Merah Putih dan Tarik-Ulur Dana Desa

Menurutnya, perjalanan untuk menjadi seorang dokter bukanlah proses yang mudah. Selain harus menempuh pendidikan dalam waktu yang panjang, mahasiswa juga menghadapi biaya pendidikan yang tinggi serta ujian kompetensi yang sangat ketat sebelum dapat mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Menjadi dokter membutuhkan perjuangan yang luar biasa. Kuliahnya sulit, mahal, memerlukan waktu yang panjang, dan uji kompetensinya juga tidak mudah. Namun setelah semua itu dilalui, masih banyak lulusan dokter yang justru dihantui kecemasan mengenai masa depan karier mereka. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Edy.

Politisi Komisi IX DPR RI tersebut menilai persoalan mahasiswa yang berpotensi mengalami DO maupun peserta retaker perlu mendapatkan penyelesaian yang adil tanpa mengurangi standar kompetensi profesi kedokteran. Menurutnya, pemerintah, organisasi profesi, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan harus duduk bersama merumuskan solusi yang berpihak kepada calon dokter sekaligus tetap menjaga mutu pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Transformasi Hijau Pupuk Indonesia: Dari Lahan Subur ke Masa Depan Berkelanjutan
Foto : Dr. H. Edy Wuryanto, S.Kp., M.Kep., Anggota Komisi IX DPR RI, menjadi narasumber pada Health Policy Session II dalam Pelantikan dan Raker PP PDUI dan KDI Periode 2026–2029 di Hotel Luwansa, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Selain itu, Edy juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan dokter umum, terutama bagi lulusan baru yang memasuki dunia kerja. Ia berharap pemerintah dapat membuka lebih banyak peluang penempatan tenaga medis serta menghadirkan kebijakan yang memberikan kepastian jenjang karier bagi dokter umum di seluruh Indonesia.

“Negara telah menginvestasikan sumber daya yang besar dalam mencetak tenaga medis. Jangan sampai setelah lulus mereka justru menghadapi ketidakpastian. Dokter yang kompeten harus mendapatkan ruang untuk mengabdi sekaligus memperoleh kesejahteraan yang layak,” tegasnya.

Forum Health Policy Session II tersebut menjadi ruang dialog antara pembuat kebijakan, organisasi profesi, dan para dokter umum untuk membahas arah kebijakan kesehatan nasional. Berbagai masukan yang muncul dalam forum diharapkan dapat menjadi landasan penyusunan kebijakan yang lebih berpihak kepada tenaga kesehatan, tanpa mengesampingkan kualitas pendidikan kedokteran maupun keselamatan pasien.

Baca Juga :  Mendagri Tito Karnavian Kukuhkan DPP ABPEDNAS 2025–2031, Tegaskan BPD Harus Perkuat Pengawasan Dana Desa

Melalui forum tersebut, Edy Wuryanto menegaskan komitmennya di Komisi IX DPR RI untuk terus mengawal kebijakan yang memberikan kepastian bagi calon dokter, dokter umum, serta penguatan sistem kesehatan nasional demi pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Penulis: Irwani UmamEditor: Irwani Umam

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi