SeputarDesa.com, Purworejo – Pagi itu, Sabtu 31 Januari 2026, udara Purworejo terasa segar saat rombongan Jema’ah Ngopi Bareng memulai perjalanan perdananya. Sekitar 35 orang dari 10 kecamatan berkumpul di titik awal, ransel, tas, dan doa mereka siap menyertai langkah-langkah menuju tujuh makam auliya yang menjadi tujuan ziarah.
Langkah pertama membawa mereka ke Dusun Santren, Desa Bagelen, untuk menziarahi Makam Syekh Baedlowi. Aroma dupa dan suara doa yang lembut mengisi udara, menciptakan suasana khidmat yang menenangkan hati setiap peserta. Dari sana, mereka bergerak ke Makam Mbah KH. Zaenudin dan Mbah KH. Irsyad di Dusun Solotiyang, Desa Maron, Kecamatan Loano, sebelum akhirnya melintasi perbatasan Kabupaten Purworejo menuju Magelang.
Di Magelang, mereka menziarahi makam KH. Nur Muhammad di Dusun Ngadiwongso, KH. R. Santri dan KH. Dalhar di Gunungpring, KH. Achmad Abdulkhaq di Watucongol, KH. Sirodj Abdul Rosyid atau Romo Agung di Payaman, hingga akhirnya Makam Cokrojoyo atau Sunan Geseng di Tirto, Grabag. Setiap makam dikunjungi dengan penuh hormat, dengan doa-doa dipanjatkan agar hati bersih dan diberkahi kekuatan serta kesehatan dalam menjalani ibadah, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
Kyai Imron Zuhdi, Ketua Panitia Ziarah, mengatakan, “Kami ingin menguatkan hati melalui tawasul dan doa bersama. Meneladani kesalehan para leluhur, dan mempererat silaturahmi. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi anggota, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Purworejo.”
Penasehat grup, Kyai Slamet Ilyam, menambahkan, “Kegiatan ziarah seperti ini insya’Allah akan menjadi agenda rutin setiap bulan Ruwah. Tahun depan, kami berharap seluruh elemen masyarakat dari 16 kecamatan bisa ikut berpartisipasi.”
Sepanjang perjalanan, tawa ringan bercampur doa khidmat, menciptakan keseimbangan antara rasa syukur dan kehangatan persaudaraan. Bagi Jema’ah Ngopi Bareng, ziarah ini bukan sekadar menapaki makam para auliya, tetapi juga perjalanan batin yang meneguhkan iman, menumbuhkan kepedulian, dan memperkuat ikatan komunitas yang lahir dari kecintaan pada warisan spiritual.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














