SeputarDesa.com, Jombang — Persiapan menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang terus dimatangkan. Sebanyak 556 kepengurusan NU tingkat cabang dan wilayah dinyatakan telah memenuhi persyaratan administrasi untuk mengikuti forum tertinggi organisasi tersebut.
Jumlah peserta tersebut mencakup Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari berbagai daerah di Indonesia, serta Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) yang berada di luar negeri.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Amin Said Husni, mengatakan jumlah tersebut masih memungkinkan mengalami penambahan. Namun, tambahan peserta diperkirakan tidak lebih dari lima kepengurusan.
“Sudah diputuskan 556 cabang dan wilayah yang berhak mengikuti Muktamar ke-35 NU, dan ada potensi bertambah lagi, maksimal lima,” kata Amin Said Husni.
Penetapan peserta dilakukan setelah masing-masing kepengurusan menjalani proses verifikasi administrasi. Dengan demikian, kepengurusan yang telah dinyatakan lolos memiliki dasar untuk mengikuti berbagai agenda persidangan selama muktamar berlangsung.
Besarnya jumlah muktamirin menjadi perhatian tersendiri bagi panitia lokal. Selain menyangkut mobilitas peserta, sejumlah agenda penting akan berlangsung dalam forum tersebut sehingga aspek keamanan menjadi salah satu prioritas utama.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, memastikan kawasan Ring 1 akan mendapatkan pengamanan khusus.
Menurutnya, akses keamanan di kawasan inti tidak akan diserahkan kepada pihak di luar panitia lokal maupun unsur keamanan Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
“Panitia lokal yang akan mengambil keamanan di Ring 1. Ketika pleno nanti, petugasnya wajib dari keamanan Pondok Pesantren Bahrul Ulum atau panitia lokal,” tegas Gus Rozaq.
Pengaturan tersebut diterapkan untuk menjaga kelancaran setiap tahapan muktamar, mulai dari proses registrasi peserta, pembahasan tata tertib, hingga pelaksanaan sidang pleno. Pembatasan akses di Ring 1 diharapkan mampu menciptakan suasana persidangan yang lebih tertib dan kondusif.
Gus Rozaq juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak membawa dinamika kontestasi ke dalam suasana yang dapat mengganggu jalannya muktamar. Ia meminta seluruh muktamirin tetap mengedepankan adab, etika, dan tata krama selama berada di lingkungan pesantren.
Ia kembali menegaskan sikap netralnya sebagai ketua panitia lokal.
“Saya dari awal menyampaikan bahwa saya netral. Perbedaan pandangan dan pilihan adalah hal yang wajar dalam organisasi sebesar NU, tetapi harus tetap ditempatkan dalam koridor musyawarah dan tidak mengganggu jalannya forum,” ujarnya.
Di luar agenda organisasi, pelaksanaan Muktamar ke-35 NU juga mulai memberikan efek ekonomi bagi masyarakat Jombang. Sejumlah rumah warga mulai dimanfaatkan sebagai tempat akomodasi sementara bagi peserta yang datang dari berbagai daerah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan muktamar tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi turut menggerakkan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Dengan pengamanan berlapis di kawasan inti dan pembatasan akses bagi pihak yang tidak berkepentingan, panitia lokal berharap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung aman, tertib, lancar, serta tetap menjunjung tinggi marwah dan tradisi pesantren.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















