SeputarDesa.com, Jombang — Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Megaluh, Kabupaten Jombang, menggelar istighosah dan doa bersama. Kegiatan tersebut dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Istighosah berlangsung pada Ahad malam (23/8/2026) di Masjid Al-Khoir, Megaluh, mulai pukul 19.00 WIB. Suasana khidmat terasa sejak awal kegiatan, dengan warga Nahdliyin bersama-sama melantunkan salawat, istighosah, dan doa.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar spiritual PRNU Megaluh dalam menyambut agenda besar organisasi yang mengusung tema “Merawat Jagad, Membangun Peradaban.”
Melalui doa bersama, warga Nahdliyin Megaluh berharap seluruh tahapan Muktamar NU ke-35 dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan menghasilkan keputusan strategis yang membawa manfaat bagi umat serta kehidupan berbangsa dan bernegara.
Maulid Nabi Jadi Momentum Refleksi
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat kembali keteladanan Rasulullah SAW. Nilai kejujuran, amanah, persaudaraan, kepedulian, dan kebijaksanaan dinilai relevan untuk terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi.
PRNU Megaluh menilai semangat Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, peringatan tersebut diharapkan mampu mendorong warga Nahdliyin untuk menghidupkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

Perwakilan PRNU Megaluh mengatakan, doa bersama tersebut merupakan bagian dari ikhtiar warga Nahdliyin untuk mengiringi Muktamar NU ke-35.
“Kami berdoa agar Muktamar NU ke-35 berjalan lancar, aman dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan. Momentum Maulid Nabi juga menjadi pengingat bagi kita untuk terus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selain mendoakan kelancaran Muktamar, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat ukhuwah antarwarga Nahdliyin. Kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat semakin memperkuat soliditas organisasi di tingkat ranting hingga struktur NU yang lebih luas.
Perkuat Aswaja dan Persatuan
PRNU Megaluh juga menegaskan pentingnya menjaga tradisi keagamaan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan warga Nahdliyin. Istighosah, salawat, dan doa bersama dipandang sebagai sarana menjaga kesinambungan tradisi sekaligus memperkuat nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Di sisi lain, semangat kebangsaan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Warga NU diajak untuk terus menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta berkontribusi dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para kiai dan alim ulama setempat. Para jamaah berharap doa yang dipanjatkan menjadi bagian dari ikhtiar agar Muktamar NU ke-35 diberikan kelancaran serta mampu melahirkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi NU, umat, dan Indonesia.
Bagi PRNU Megaluh, momentum tersebut menjadi perpaduan antara merawat tradisi, memperkuat ukhuwah, meneladani Rasulullah SAW, dan mengiringi perjalanan NU melalui doa bersama.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















