SeputarDesa.com, Jombang — Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, SD Negeri Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, menggelar berbagai kegiatan keagamaan dan edukatif pada Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut dikemas secara kreatif dengan melibatkan siswa dari berbagai jenjang kelas. Salah satu yang menarik perhatian yakni lomba pembacaan sholawat atau banjari bagi siswa kelas 4 hingga kelas 6 yang menggunakan alat-alat sederhana sebagai pengiring.
Uniknya, para siswa memanfaatkan benda-benda yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti galon kosong, botol, dan kentongan, untuk menghasilkan irama pengiring sholawat. Kreativitas tersebut membuat suasana kegiatan semakin meriah sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan sarana bukan menjadi penghalang bagi siswa untuk berkarya.
Dengan penuh semangat, masing-masing kelompok menampilkan kemampuan terbaiknya. Ketukan dari galon, botol, dan kentongan dipadukan dengan lantunan sholawat sehingga menghasilkan penampilan yang sederhana namun menarik.
Kepala SD Negeri Watudakon, M. Zainur Rofiq, M.Pd.I, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas dalam bentuk perlombaan agar peringatan Maulid Nabi dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.
“Anak-anak kami berikan ruang untuk berkreasi. Alat yang digunakan sederhana, seperti galon, botol dan kentongan, tetapi mereka mampu mengubahnya menjadi pengiring sholawat yang menarik. Ini menjadi bagian dari pembelajaran kreativitas, keberanian dan kebersamaan,” ujar M. Zainur Rofi.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menanamkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus membangun karakter siswa melalui kegiatan positif.

Sementara itu, bagi siswa kelas 1 hingga kelas 3, sekolah mengadakan lomba berpidato atau bercerita dengan tema kisah para nabi. Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal lebih dekat kisah dan keteladanan para nabi sekaligus melatih keberanian berbicara di depan orang lain.
Melalui lomba tersebut, para siswa didorong untuk berani tampil, menyampaikan cerita dengan baik, serta mengambil nilai-nilai keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
M. Zainur Rofiq menegaskan, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, proses mengikuti perlombaan diharapkan memberikan pengalaman berharga bagi siswa.
“Yang terpenting bukan hanya soal juara. Anak-anak belajar percaya diri, bekerja sama, kreatif, berani tampil, dan memahami nilai-nilai keteladanan Nabi. Itu yang ingin kami tanamkan melalui kegiatan ini,” jelasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SD Negeri Watudakon tersebut pun menjadi momentum untuk memadukan pendidikan agama, kreativitas, dan pendidikan karakter dalam suasana yang menyenangkan bagi peserta didik.
Sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kreativitas, keberanian, serta kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















