banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaInvestigasi

Klarifikasi Pengelola SPPG Podoroto: Menu di Media Sosial untuk Penerima Anak Sekolah, Bukan Balita B3

×

Klarifikasi Pengelola SPPG Podoroto: Menu di Media Sosial untuk Penerima Anak Sekolah, Bukan Balita B3

Sebarkan artikel ini
Foto : Unggahan Penerima manfaat MBG di Grup Facebook Seputar Kesamben Viral.

SeputarDesa.com, Jombang – Keluhan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Podoroto ramai menjadi perbincangan di Grup Facebook Kesamben Jombang setelah akun Rizka Dwi, salah satu ibu balita penerima manfaat, mengunggah video yang mempertanyakan ketidaksesuaian menu yang diterima dengan menu yang sebelumnya dipublikasikan melalui media sosial.

Dalam unggahan tersebut, warga menyebut menu yang diterima hanya berupa lauk, buah, dan susu, tanpa nasi maupun sayur sebagaimana yang terlihat pada informasi menu yang beredar di media sosial.

Menanggapi hal itu, pemilik Yayasan Bela Beli sekaligus pengelola SPPG, Bu Darma, memberikan klarifikasi kepada SeputarDesa.com. Menurutnya, terjadi kesalahpahaman terkait menu yang dipublikasikan di media sosial dengan kategori penerima manfaat yang menerima makanan pada hari tersebut.

Baca Juga :  Dosen Cantik IAKSS Muara Bungo Di temukan Meninggal di salah satu rumah Perumahan Al-Kausar 7 Ex MTQ Baru.

Bu Darma menjelaskan bahwa menu yang ditampilkan di media sosial sebenarnya diperuntukkan bagi penerima manfaat kategori anak sekolah, baik porsi kecil maupun porsi besar, bukan untuk kategori B3 (Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui).

Selain itu, ia menyebut petugas di lapangan juga masih menggunakan pemahaman berdasarkan petunjuk teknis lama sehingga menimbulkan perbedaan persepsi mengenai pola distribusi makanan untuk kelompok penerima tertentu.

“Untuk B3, anak-anak salah menafsirkan juknis. Mereka memakai juknis lama, untuk memberikan menu basah cuma dua kali. Sisanya rapelan menu kering. Ini juknis lama,” jelas Bu Darma.

Ia menegaskan bahwa dapur-dapur lain yang berada di bawah pengelolaannya saat ini telah menerapkan pembagian menu ompreng atau makanan siap santap dari Senin hingga Jumat, sementara pada hari Sabtu diberikan menu fresh food.

“Tapi dapur-dapur saya yang lain sudah menu ompreng Senin sampai Jumat. Sabtu menu fresh food,” ujarnya.

Dalam klarifikasinya, Bu Darma juga mengakui adanya kelemahan pengawasan di SPPG Podoroto. Ia menyebut penyusunan dan publikasi menu yang dilakukan petugas setempat tidak melalui koordinasi yang baik sehingga memunculkan kebingungan di masyarakat.

“Ini anak-anak di dapur Podoroto ternyata menjiplak menu dapur sebelah. Ahli gizinya menyusun menu asal menjiplak. Mohon maaf, saya lost control kemarin,” ungkapnya.

Menurut Bu Darma, informasi yang disampaikan masyarakat melalui media sosial maupun media massa menjadi bahan evaluasi penting bagi pengelola untuk memperbaiki sistem pelayanan dan komunikasi publik.

“Terima kasih banyak atas infonya Pak. Dengan info seperti ini, saya bisa segera mengoreksi dan mengevaluasi anak-anak di lapangan. Terima kasih sekali lagi,” katanya.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, pengelola berharap masyarakat dapat memahami bahwa menu yang beredar di media sosial merupakan menu untuk penerima manfaat kategori anak sekolah dengan porsi kecil dan porsi besar, sedangkan menu untuk kelompok B3 memiliki ketentuan tersendiri sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Namun demikian, pengelola berjanji akan melakukan evaluasi agar informasi yang dipublikasikan ke depan lebih jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Editor: Irwani Umam

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi