banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Opini

Mengisi 81 Tahun Kemerdekaan RI dengan Disiplin Kader dan Keberanian Mendengar Suara Rakyat

×

Mengisi 81 Tahun Kemerdekaan RI dengan Disiplin Kader dan Keberanian Mendengar Suara Rakyat

Sebarkan artikel ini

Oleh: Dr. Yohanes Winarto, S.H., M.H.
Ketua Dewan Kehormatan DPRD Provinsi Jawa Tengah
Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P)

 

Tahun 2026 menandai 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 dikumandangkan, bangsa ini telah melewati berbagai ujian sejarah, mulai dari mempertahankan kemerdekaan, membangun demokrasi, hingga menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Delapan puluh satu tahun adalah perjalanan panjang yang harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan, memperkokoh persatuan, dan memastikan bahwa cita-cita kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah yang diperingati setiap bulan Agustus melalui berbagai seremoni. Kemerdekaan adalah amanah yang harus diisi dengan kerja nyata, integritas, keberanian mengambil keputusan, dan pengabdian yang tulus kepada rakyat. Nilai-nilai itulah yang harus menjadi napas bagi setiap kader partai politik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Dalam sistem demokrasi, partai politik memegang peranan strategis sebagai penghubung antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan negara. Namun, partai tidak akan tumbuh menjadi organisasi yang kuat hanya karena memiliki sejarah besar atau memperoleh kemenangan dalam pemilu. Partai akan menjadi besar apabila dibangun oleh kader-kader yang disiplin, berintegritas, loyal terhadap organisasi, serta konsisten mengabdikan diri kepada rakyat.

Baca Juga :  Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Bersama

Saya meyakini bahwa kedisiplinan seluruh struktur dan kader merupakan fondasi utama dalam membangun sekaligus membesarkan partai. Disiplin bukan hanya soal menaati aturan organisasi atau hadir dalam setiap rapat. Disiplin adalah kesanggupan menjalankan amanah tanpa harus diingatkan, menjaga nama baik organisasi dalam setiap tindakan, serta menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Karena itu, tidak boleh ada pengurus yang hanya aktif menjelang kontestasi politik. Tidak boleh ada kader yang merasa tugasnya selesai hanya karena telah menduduki jabatan. Jabatan adalah amanah, bukan fasilitas. Amanah harus dijawab dengan kerja, bukan sekadar retorika.

Setiap pengurus, mulai dari tingkat anak ranting, ranting, PAC, DPC, DPD hingga DPP, mempunyai kewajiban yang sama, yaitu turun ke tengah rakyat. Mendengar secara langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat, memahami persoalan yang mereka hadapi, serta menghadirkan solusi sesuai kewenangan dan kapasitas masing-masing. Politik yang kehilangan kedekatan dengan rakyat pada akhirnya akan kehilangan legitimasi moral.

Masyarakat tidak membutuhkan kader yang hanya pandai berbicara di atas mimbar. Rakyat membutuhkan kader yang hadir ketika petani kesulitan mendapatkan pupuk, ketika nelayan menghadapi hasil tangkapan yang menurun, ketika pelaku UMKM membutuhkan akses permodalan, ketika harga kebutuhan pokok terus meningkat, ketika anak-anak membutuhkan pendidikan yang berkualitas, dan ketika pelayanan publik belum memberikan rasa keadilan.

Baca Juga :  Double Job Pendamping Desa, Pelanggaran Etika yang Dibiarkan oleh Lemahnya Penegakan Regulasi Kemendes

Kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui baliho yang terpampang di setiap sudut jalan ataupun janji yang hanya terdengar saat kampanye. Kepercayaan lahir dari kehadiran yang konsisten, keberanian menyelesaikan persoalan, serta kesungguhan memperjuangkan kepentingan rakyat tanpa mengenal musim politik. Rakyat hari ini semakin cerdas. Mereka menilai dari rekam jejak, bukan sekadar kata-kata.

Sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Jawa Tengah, saya memandang disiplin merupakan kehormatan seorang kader. Disiplin adalah cermin integritas, loyalitas, dan tanggung jawab. Organisasi yang kehilangan disiplin akan kehilangan arah. Sebaliknya, organisasi yang diisi oleh kader-kader yang berintegritas akan tumbuh menjadi kekuatan politik yang dipercaya masyarakat.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi titik tolak untuk memperkuat budaya pengabdian. Seluruh struktur partai harus bergerak dalam satu semangat perjuangan, memperkuat soliditas organisasi, membangun komunikasi yang intensif dengan masyarakat, serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang diperjuangkan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

Mengisi kemerdekaan pada hakikatnya adalah melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dalam bentuk yang berbeda. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata melawan penjajah, maka hari ini perjuangan diwujudkan dengan menghadirkan pemerintahan yang bersih, memperjuangkan keadilan sosial, mengurangi kemiskinan, memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memastikan setiap warga negara memperoleh pelayanan publik yang bermartabat.

Baca Juga :  53 Tahun PDI Perjuangan dan Konsistensi Keberpihakan pada Rakyat

Membesarkan partai bukan semata-mata tanggung jawab ketua atau jajaran pengurus. Membesarkan partai adalah tanggung jawab seluruh kader. Setiap kader adalah representasi wajah partai di tengah masyarakat. Sikap, perilaku, integritas, dan pengabdian setiap kader akan menentukan tingkat kepercayaan rakyat terhadap organisasi.

Di usia ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mari kita jadikan semangat para pahlawan sebagai inspirasi untuk memperkuat disiplin organisasi, memperteguh loyalitas terhadap cita-cita perjuangan, dan memastikan bahwa setiap langkah politik selalu berpihak kepada rakyat. Partai yang besar bukanlah partai yang hanya memiliki banyak kader, melainkan partai yang seluruh kadernya hadir, bekerja, mendengar, dan berjuang bersama rakyat. Sebab di sanalah sesungguhnya makna kemerdekaan terus hidup dan cita-cita Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, serta bermartabat dapat diwujudkan.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi