SeputarDesa.com, Jombang — Kondisi nasi dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa SDN Jatiduwur pada Senin, 21 September 2026, menjadi perhatian sejumlah orang tua.
Perhatian tersebut muncul setelah nasi dari menu MBG tersebut disebut masih belum basi meski telah disimpan selama dua hari. Dalam percakapan yang beredar, orang tua membagikan foto nasi yang disebut masih dalam kondisi tidak lengket dan tetap kenyal setelah disimpan.
“Nasi MBG 2 hari ndak bisa basi, dipegang tidak lengket tetap kenyal,” demikian salah satu pesan yang beredar bersama foto nasi.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai proses pengolahan dan daya tahan nasi yang menjadi bagian dari menu MBG di SDN Jatiduwur.
Pihak orang tua berharap persoalan tersebut dapat dijelaskan secara terbuka oleh pihak yang bertanggung jawab, terutama terkait proses pengolahan, waktu produksi, hingga penanganan makanan sebelum diterima siswa.
Adapun makanan tersebut berasal dari SPPG Jombatan, yang berlokasi di Dusun Sapon, Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.
Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Jombatan saat dikonfirmasi mengenai kondisi nasi MBG tersebut hingga berita ini ditulis belum memberikan jawaban.
Perlu ditegaskan, nasi yang disebut tidak cepat basi belum dapat dijadikan bukti adanya bahan pengawet atau zat tertentu. Untuk memastikan penyebabnya diperlukan pemeriksaan terhadap proses pengolahan dan, bila diperlukan, pengujian laboratorium.
SeputarDesa.com masih membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak SPPG Jombatan maupun pihak terkait lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














