SeputarDesa.com, Purworejo – Upaya melestarikan kebudayaan Jawa sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat terus dilakukan Komunitas Pasar Budaya Arahiwang (PBA). Melalui kegiatan selapanan Minggu Pon, PBA menggelar Pasar Budaya yang menghadirkan beragam jajanan dan makanan tradisional khas daerah, khususnya Kabupaten Purworejo, di Situs Arahiwang, Desa Borowetan, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Kegiatan yang digelar setiap 35 hari sekali tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kuliner tradisional, tetapi juga wadah pelestarian seni, adat, dan tradisi leluhur. Pasar Budaya Arahiwang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Beragam kegiatan turut memeriahkan selapanan kali ini, mulai dari Senam Lin Tien Kung (LTK), senam lansia, pertunjukan gejug lesung, hingga hadroh. Sebagai acara puncak, pengunjung disuguhi pertunjukan kesenian rakyat Ndolalak Mekar Wukir Sari dari Dusun Jeketro, Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo.
Ketua Komunitas Pasar Budaya Arahiwang, Sugiyanto, menyampaikan bahwa penyelenggaraan pasar budaya bertujuan menjaga kelestarian seni, adat, dan tradisi peninggalan leluhur, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian melalui UMKM.

“Budaya merupakan benteng moral bangsa. Kami ingin Situs Arahiwang ini tidak hanya menjadi tempat bersejarah, tetapi juga menjadi pusat hidupnya kembali kebudayaan. Mari kita jaga bersama warisan budaya ini,” ujar Sugiyanto.
Menurutnya, kegiatan Pasar Budaya Arahiwang diharapkan dapat menjadi sarana mempertemukan masyarakat dengan kekayaan budaya lokal. Kehadiran kuliner tradisional, pertunjukan kesenian rakyat, serta aktivitas komunitas menjadi bagian dari upaya menjaga agar tradisi tetap dikenal dan diminati lintas generasi.
Selain menghidupkan kegiatan budaya, keberadaan pasar ini juga memberikan ruang promosi bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui Pasar Budaya Arahiwang, masyarakat, khususnya generasi muda, diajak untuk tidak sekadar mengenal, tetapi juga mencintai, menjaga, dan melestarikan budaya warisan leluhur. Mari bersama-sama nguri-uri kabudayan Jawa, bangga terhadap tradisi sendiri, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus. Jangan biarkan budaya dan tradisi leluhur hilang ditelan zaman. Dengan merawat budaya, kita turut menjaga jati diri bangsa sekaligus menghidupkan Situs Prasasti Kayu Arahiwang sebagai warisan sejarah dan kebanggaan masyarakat Purworejo.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















