banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Perkuat Tradisi Qurani, PRNU Carangrejo Gelar Khotmil Quran di Enam Dusun Sambut Hari Santri 2026

×

Perkuat Tradisi Qurani, PRNU Carangrejo Gelar Khotmil Quran di Enam Dusun Sambut Hari Santri 2026

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Jombang – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, diwarnai kegiatan keagamaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Carangrejo bersama badan otonom (Banom) NU menggelar Majelis Khotmil Quran di enam dusun, Ahad (18/10/2026), mulai pukul 06.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi upaya nyata untuk menjaga tradisi membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an agar tetap hidup di tengah masyarakat. Tidak sekadar memperingati Hari Santri secara seremonial, Majelis Khotmil Quran juga membawa pesan penting tentang penguatan nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan pembentukan karakter generasi penerus.

Pelaksanaan kegiatan menjangkau enam dusun dengan melibatkan masjid dan musala sebagai pusat aktivitas keagamaan. Kelompok putra dan putri ditempatkan di lokasi berbeda, yakni Dusun Carangpuspo di Masjid Jami’ Baitul Mabruur dan Musholla Nurul Hidayah; Dusun Carangrejo di Masjid Besar At Taqwa dan Musholla Bani Hasyim; Dusun Carangpranti di Musholla Al Badar dan Masjid Al Aziz; Dusun Kandangan di Musholla Ar Ridho dan Masjid Al Hidayah; Dusun Cangkringmalang di Musholla Ar Roudhoh dan Masjid Al Ikhlas; serta Dusun Kedungmulyo di Masjid Baitunnajah dan Musholla Darussalam.

Baca Juga :  Hormati Leluhur di HUT ke-25, Wali Kota Nurochman Ziarah ke Makam Mbah Batu Bumiaji

Ketua PRNU Carangrejo, H. Rofiudin, S.Pd., menegaskan bahwa tradisi khataman Al-Qur’an memiliki makna lebih luas daripada sekadar menyelesaikan bacaan kitab suci. Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat hubungan ant warga sekaligus meneguhkan peran organisasi keagamaan dalam kehidupan sosial.

“Melalui Majelis Khotmil Quran yang dilaksanakan di enam dusun ini, kami berharap semangat Hari Santri semakin tumbuh di tengah masyarakat. Kegiatan ini bukan sekadar membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga kebersamaan warga,” ujarnya.

Menurutnya, keberlangsungan tradisi keagamaan membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari pengurus NU, badan otonom, hingga masyarakat. Karena itu, momentum Hari Santri perlu dimanfaatkan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca Al-Qur’an sekaligus mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin tradisi membaca Al-Qur’an terus hidup dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh warga Carangrejo serta memperkuat persatuan dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Mengusung semangat “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas,” kegiatan ini menegaskan bahwa kontribusi santri dan Nahdlatul Ulama tidak hanya tercermin dalam sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga melalui upaya berkelanjutan membangun masyarakat yang religius, berakhlak, dan menjunjung tinggi persatuan.

Baca Juga :  Tim Stamarena Polri Gelar Asistensi Pelayanan Publik di Polresta Sidoarjo

Bagi PRNU Carangrejo dan Banom NU, menjaga tradisi Al-Qur’an merupakan bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi yang tidak hanya mampu membaca kitab suci, tetapi juga menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam bersikap, bermasyarakat, dan membangun masa depan bangsa.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Penulis: Irwani UmamEditor: Irwani Umam

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa