SeputarDesa.com, Jakarta – Farida Farichah, M.Si menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia dengan mandat strategis untuk memperkuat koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan dan instrumen pemerataan kesejahteraan. Dengan latar belakang akademik sains, pengalaman kepemimpinan organisasi, serta keterlibatan langsung dalam perumusan kebijakan publik, ia mengusung pendekatan pembangunan koperasi yang terstruktur, inklusif, dan berorientasi pada dampak jangka panjang.
Farida menyelesaikan pendidikan Sarjana Pendidikan Kimia di Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan melanjutkan studi Magister Sains (Kimia) di Institut Pertanian Bogor (IPB). Fondasi akademik tersebut membentuk cara pandangnya dalam mendorong kebijakan koperasi yang berbasis data, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tata kelola kelembagaan yang profesional dan akuntabel.
Pengalaman kepemimpinan nasional Farida terasah sejak dipercaya sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) periode 2012–2015. Dalam periode ini, ia memimpin konsolidasi organisasi secara nasional, memperkuat sistem kaderisasi, serta mendorong peningkatan kapasitas kepemimpinan pelajar perempuan. Pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat dalam merancang kebijakan pemberdayaan berbasis komunitas, sejalan dengan karakter koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat.
Pengabdian Farida di lingkungan Nahdlatul Ulama berlanjut melalui Fatayat NU, di mana ia saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat periode 2022–2027. Fokus pengabdiannya mencakup isu pendidikan, perlindungan sosial, kesehatan keluarga, serta penguatan ekonomi perempuan melalui pendekatan kelembagaan dan komunitas. Perspektif ini memperkaya arah kebijakan koperasi agar semakin inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat akar rumput.
Di bidang kepemudaan dan politik nasional, Farida pernah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPP KNPI periode 2015–2018. Saat ini, ia juga dipercaya sebagai Sekretaris Bidang Kerja Sama Luar Negeri DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Sekretaris Bidang Organisasi DPP Perempuan Bangsa periode 2024–2029. Keterlibatan ini memperluas jejaring strategis lintas sektor sekaligus memperkuat perspektif kebijakan yang terintegrasi antara gerakan sosial, politik, dan pembangunan ekonomi.
Pengalaman teknokratisnya diperkuat melalui peran sebagai Tenaga Ahli Anggota DPR RI sejak 2019, serta sebelumnya sebagai Asisten Ahli di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Dari pengalaman tersebut, Farida memiliki pemahaman mendalam mengenai proses legislasi, perencanaan pembangunan nasional, serta sinergi kebijakan pusat dan daerah, khususnya dalam konteks pembangunan desa dan penguatan ekonomi lokal.
Dalam kerangka visi kebijakan koperasi, Farida mendorong transformasi koperasi dari entitas administratif menjadi institusi ekonomi modern yang terintegrasi dengan rantai nilai nasional. Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola, profesionalisasi manajemen, digitalisasi layanan, serta peningkatan kapasitas anggota koperasi sebagai pelaku ekonomi produktif.
Salah satu fokus kebijakan implementatif yang menjadi perhatiannya adalah pelibatan aktif Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Menurut Farida, Kopdes Merah Putih memiliki posisi strategis sebagai simpul ekonomi desa yang mampu mengonsolidasikan produksi pangan lokal, distribusi, dan partisipasi masyarakat.
“Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan kami dorong untuk terlibat aktif dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis. Koperasi harus hadir tidak hanya sebagai entitas usaha, tetapi sebagai mitra strategis negara dalam memastikan ketersediaan pangan bergizi sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pelibatan koperasi desa dalam MBG merupakan langkah konkret untuk mengintegrasikan program sosial pemerintah dengan penguatan ekonomi rakyat.
“Melalui Kopdes Merah Putih, rantai pasok pangan dapat dibangun dari desa, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Ini bukan hanya soal distribusi makanan bergizi, tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan kemandirian ekonomi desa,” tegasnya.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem koperasi yang berkelanjutan, di mana program prioritas nasional berjalan seiring dengan penguatan usaha koperasi, penciptaan lapangan kerja lokal, serta peningkatan pendapatan masyarakat desa.
Dengan pengalaman internasional sebagai delegasi Indonesia pada General Assembly Islamic Conference Youth Forum (ICYF-OKI) dan Doha Interfaith Conference tahun 2014, Farida juga mendorong penguatan kerja sama internasional di bidang perkoperasian sebagai bagian dari diplomasi ekonomi rakyat dan pertukaran praktik terbaik.
Sebagai Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Farichah, M.Si berkomitmen menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi inklusif yang tidak hanya menopang pertumbuhan nasional, tetapi juga hadir secara nyata dalam menjawab tantangan kesejahteraan, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.(**)














