Sigit Setyo Pramono, atau yang lebih akrab disapa Pram, lahir di Grobogan pada 15 September 1980. Ia merupakan putra asli Desa Pulutan, Kecamatan Penawangan—sebuah desa yang bukan hanya menjadi tempat ia dibesarkan, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjalanan hidup dan nilai-nilai yang ia pegang hingga hari ini. Meskipun saat ini tinggal di Semarang, hati dan perhatiannya selalu kembali kepada tanah kelahirannya, Desa Pulutan.
Pendidikan dasar hingga menengah Pram seluruhnya ditempuh di wilayah Grobogan: mulai dari SD Negeri Pulutan I, SMP Negeri 1 Penawangan, hingga SMA Negeri 1 Purwodadi. Kedekatan dengan lingkungan desa selama masa pendidikan inilah yang menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap perkembangan Pulutan. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi di IAIN Walisongo Semarang dan meraih gelar magister dari STIE GICI Business School Depok. Selain pendidikan formal, Pram juga aktif mengikuti pelatihan kepemimpinan, diklat pemerintahan desa, serta berbagai sertifikasi yang mengasah kemampuan manajerial dan sosialnya.
Dalam dunia kerja, Pram memiliki pengalaman yang beragam. Ia berkecimpung sebagai wiraswasta di bidang komputer, bekerja dalam pengembangan sumber daya manusia sebagai marketing tes bakat dan karakter, dan terlibat dalam kegiatan pendidikan sebagai Tenaga Administrasi di LKP EM Sekar Prima. Pengalaman ini memberinya pemahaman luas tentang manajemen usaha, pelayanan publik, serta pengelolaan administrasi.

Dari sisi pengabdian masyarakat, Pram aktif dalam pemerintahan tingkat lingkungan. Ia dipercaya menjadi Sekretaris RT periode 2024–2027 dan kemudian mendapatkan amanah lebih besar sebagai Ketua RW periode 2026–2031 yang akan resmi dijalankan setelah serah terima jabatan pada Desember 2025. Pengalaman ini memperkuat kemampuannya dalam mengelola administrasi, komunikasi warga, dan penyelesaian persoalan sosial.
Selain itu, Pram juga memiliki rekam jejak organisasi dan sosial kemasyarakatan yang cukup panjang. Ia pernah menjabat Sekretaris 2 Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Provinsi Jawa Tengah, serta aktif mengelola berbagai yayasan sosial yang fokus pada pemberdayaan masyarakat dan anak yatim. Di antaranya adalah Yayasan ZISWAP Semarang, Sahabat Yatim Peduli, Yatim Indonesia Sejahtera, dan Pundi Amal Saleh. Pengalaman ini membentuk pribadi yang empatik, dekat dengan masyarakat kecil, dan terbiasa menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
Berbekal pengalaman hidup serta pengabdian itulah, kini Pram menyatakan tekadnya untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Pulutan. Ia membawa visi besar untuk menjadikan Desa Pulutan sebagai desa yang unggul dalam bidang pertanian, pendidikan, dan keagamaan, serta menjadi desa percontohan tingkat nasional. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan melalui penguatan di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan spiritual.

Untuk mewujudkan visi tersebut, ia merumuskan misi yang nyata dan terukur: pembangunan infrastruktur pertanian dan pendidikan, penguatan kegiatan keagamaan, revitalisasi koperasi desa sebagai model nasional, pengembangan kelompok usaha produktif masyarakat, hingga pemberdayaan sumber daya manusia desa agar mampu bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan jangka panjang.
Program kerjanya disusun dalam tiga tahapan. Jangka pendek, ia berkomitmen menata ulang struktur organisasi desa agar berjalan lebih efektif dan profesional. Jangka menengah, ia ingin meningkatkan kapasitas tiap individu dan kelompok masyarakat. Dan jangka panjang, ia ingin membangun budaya gotong royong sebagai kekuatan utama untuk mewujudkan visi bersama Desa Pulutan.
Niat Pram untuk maju sebagai calon Kepala Desa Pulutan bukan didorong ambisi pribadi, melainkan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian. Ia ingin hadir sebagai pemimpin yang melayani, bukan dilayani—pemimpin yang mampu mendengarkan suara masyarakat, menjembatani kebutuhan warga, serta membawa Desa Pulutan menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














