SeputarDesa.com, Grobogan – Organisasi Masyarakat GRIB JAYA Jawa Tengah menunjukkan solidaritas dan kekompakan antaranggota dengan menggelar aksi bersama di Kabupaten Jepara. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tuntutan keadilan atas dugaan tindakan perampasan kendaraan dan penganiayaan yang dialami oleh anggota GRIB JAYA DPC Jepara oleh seorang oknum debt collector.
Menurut penuturan Solichin, pengurus GRIB JAYA PAC Godong sekaligus anggota Provos GRIB JAYA DPC Grobogan, rombongan GRIB JAYA dari wilayah Karesidenan Pati (Plat K) berangkat secara serentak dari daerah masing-masing. Adapun DPC yang terlibat antara lain GRIB JAYA DPC Grobogan, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, dan Blora.
Seluruh peserta aksi terlebih dahulu berkumpul di Lapangan Alun-alun Kabupaten Jepara sebagai titik kumpul utama. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Mapolres Jepara untuk menyampaikan tuntutan agar pihak kepolisian segera menindaklanjuti dan memproses secara hukum oknum debt collector yang diduga telah merampas kendaraan, melakukan pemukulan, serta merobek atribut kehormatan organisasi yang dikenakan oleh anggota GRIB JAYA DPC Jepara.
Ketua GRIB JAYA DPC Grobogan, Sulistiono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas organisasi sekaligus komitmen GRIB JAYA dalam mengawal penegakan hukum. Ia menyampaikan bahwa GRIB JAYA tidak membenarkan segala bentuk kekerasan dan tindakan sewenang-wenang, baik terhadap anggota organisasi maupun masyarakat umum.
“Aksi ini bukan untuk mencari konflik, melainkan untuk menuntut keadilan dan memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Kami berharap aparat penegak hukum dapat bersikap profesional dan transparan dalam menangani kasus ini,” tegas Suistiono.
Lebih lanjut, Suistiono mengapresiasi kekompakan seluruh jajaran GRIB JAYA Jawa Tengah, khususnya wilayah Karesidenan Plat K, yang hadir dengan mengusung slogan “Satu Komando”. Selain dari wilayah Plat K, sejumlah DPC GRIB JAYA dari daerah lain di Jawa Tengah juga turut memberikan dukungan moral dan solidaritas.
Solichin menambahkan bahwa kejadian ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi semua pihak, terutama dalam menjalankan tugas dan profesi agar tetap berpegang pada aturan hukum yang berlaku. Ia juga berharap ke depan tidak ada lagi tindakan kekerasan atau perampasan yang merugikan siapa pun, baik masyarakat umum maupun organisasi kemasyarakatan lainnya.
Dengan selesainya penyampaian aspirasi di Mapolres Jepara, seluruh peserta aksi membubarkan diri dengan tertib dan kondusif. GRIB JAYA menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga mendapatkan kepastian hukum demi keadilan dan ketertiban bersama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














