SeputarDesa.com, Purworejo – Kepedulian terhadap kampung halaman ditunjukkan Agustina, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang saat ini bekerja di Taiwan. Perempuan yang lahir dan dibesarkan di Dusun Jeketro, Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, itu menyalurkan bantuan air bersih untuk warga yang terdampak krisis air akibat kemarau panjang.
Agustina memberikan bantuan sebanyak tiga tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter, sehingga total bantuan mencapai 12.000 liter air bersih. Pendistribusian dilakukan selama tiga hari berturut-turut, yakni Rabu, Kamis, dan Jumat (14–16 Oktober 2026), menggunakan armada dari PDAM Kabupaten Purworejo.
Bantuan tersebut disalurkan melalui saudaranya, Prayit, warga Dusun Jeketro. Agustina mengaku prihatin sekaligus sedih setelah mendengar kabar bahwa kampung halamannya masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Turut prihatin dan sedih mendengar informasi tentang krisis air bersih yang sedang dialami warga Dusun Jeketro. Semoga bantuan air bersih yang disalurkan melalui saudara saya, Prayit, ini dapat membantu meringankan beban warga yang sedang membutuhkan air bersih,” ungkap Agustina melalui sambungan telepon.
Ia juga berharap hujan segera turun agar krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Purworejo, termasuk Dusun Jeketro, tidak berlangsung berkepanjangan.
“Semoga segera turun hujan sehingga krisis air bersih yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo, termasuk Dusun Jeketro, tidak berlarut-larut,” tambahnya.

Sementara itu, Sumartono, yang menyampaikan ucapan terima kasih melalui Prayit selaku saudara Agustina, mengapresiasi kepedulian tersebut. Menurutnya, bantuan air bersih selama tiga hari berturut-turut sangat berarti bagi warga yang tengah menghadapi kesulitan air.
“Saya atas nama warga Dusun Jeketro mengucapkan banyak terima kasih kepada Agustina yang berada di Taiwan, yang telah membantu pasokan air bersih selama tiga hari berturut-turut. Semoga Agustina selalu diberikan kesehatan, umur panjang, dan ditambah rezekinya oleh Allah SWT,” ucap Sumartono.
Bantuan ini menjadi wujud kepedulian terhadap sesama sekaligus bukti bahwa jarak tidak menghalangi seseorang untuk membantu masyarakat di kampung halaman. Di tengah krisis air bersih akibat kemarau panjang, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga sembari menantikan datangnya hujan.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















