SeputarDesa.com, Jombang – Suasana penuh kebersamaan dan semangat melestarikan budaya tradisional mewarnai pelaksanaan Tradisi Barian dalam rangka Sedekah Desa Manunggal, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Desa Manunggal mulai pukul 10.00 WIB tersebut diikuti oleh pemerintah desa, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan warga yang antusias menghadiri rangkaian acara.
Tradisi Barian merupakan salah satu prosesi penting dalam Sedekah Desa yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Manunggal. Kegiatan ini menjadi simbol ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, hasil panen, kesehatan, keamanan, dan keberkahan yang telah diberikan kepada seluruh warga desa.
Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, dilanjutkan dengan prosesi Barian sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang hingga kini masih dijaga keberlangsungannya oleh masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Manunggal Mulyadi, Camat Ngusikan Suhartono, S.Sos., M.Si., Kapolsek Ngusikan AKP Bagus Tejo Purnomo, perangkat desa, anggota BPD, Ketua RT/RW, tokoh adat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat.

Kepala Desa Manunggal, Mulyadi, mengatakan bahwa Sedekah Desa bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat sekaligus melestarikan budaya yang telah menjadi identitas desa.
“Sedekah Desa merupakan tradisi yang diwariskan para leluhur sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan. Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat Desa Manunggal selalu diberikan keselamatan, kerukunan, keberkahan, hasil pertanian yang melimpah, serta dijauhkan dari segala bentuk musibah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelestarian budaya lokal menjadi tanggung jawab bersama agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai warisan budaya yang dimiliki desanya.
“Kami ingin generasi muda tidak melupakan akar budayanya. Tradisi Barian dan Sedekah Desa ini bukan hanya seremoni, tetapi memiliki makna sosial, budaya, dan spiritual yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Ngusikan Suhartono, S.Sos., M.Si. memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Manunggal beserta seluruh masyarakat yang tetap konsisten menjaga tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, keberlangsungan tradisi seperti Sedekah Desa menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya yang patut dipertahankan karena mengandung nilai gotong royong, persaudaraan, dan kebersamaan yang menjadi karakter masyarakat pedesaan.
“Budaya adalah identitas bangsa. Selama tradisi tersebut membawa nilai-nilai positif, mempererat silaturahmi, dan tidak bertentangan dengan norma yang berlaku, maka harus terus dilestarikan. Pemerintah Kecamatan Ngusikan sangat mengapresiasi semangat masyarakat Desa Manunggal dalam menjaga warisan budaya ini,” ungkapnya.
Kapolsek Ngusikan AKP Bagus Tejo Purnomo yang turut menghadiri kegiatan tersebut mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama seluruh rangkaian Sedekah Desa berlangsung.

Menurutnya, kegiatan budaya yang melibatkan banyak masyarakat akan berjalan dengan baik apabila seluruh pihak saling menjaga ketertiban, saling menghormati, dan mengedepankan semangat kebersamaan.
Selain prosesi Barian, Pemerintah Desa Manunggal juga menyiapkan berbagai hiburan rakyat sebagai bagian dari rangkaian Sedekah Desa tahun 2026. Pada siang hari masyarakat akan disuguhkan pagelaran karawitan yang menampilkan alunan gamelan dan tembang-tembang Jawa sebagai bentuk pelestarian seni tradisional.
Sementara pada malam harinya, kemeriahan akan berlanjut dengan pagelaran Ludruk Budhi Wijaya, salah satu kesenian rakyat Jawa Timur yang hingga kini masih memiliki banyak penggemar. Pertunjukan ludruk tersebut diharapkan mampu menjadi hiburan sekaligus media pelestarian budaya daerah yang sarat dengan pesan moral, nilai kehidupan, dan semangat kebersamaan.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Warga dari berbagai dusun di Desa Manunggal memadati area pendopo desa untuk mengikuti jalannya prosesi. Tidak sedikit masyarakat yang datang bersama keluarga untuk menyaksikan rangkaian kegiatan yang hanya digelar satu kali setiap tahun tersebut.

Bagi masyarakat Desa Manunggal, Sedekah Desa bukan hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat gotong royong, serta memperkokoh persatuan antarwarga. Tradisi yang terus dijaga dari generasi ke generasi ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya lokal masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Sedekah Desa tahun 2026, Pemerintah Desa Manunggal berharap semangat kebersamaan, pelestarian budaya, serta rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dapat terus terpelihara, sehingga Desa Manunggal senantiasa menjadi desa yang aman, damai, maju, dan sejahtera.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















