SeputarDesa.com, Cirebon – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Upacara Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Senin (4/5/2026).
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 80 Pegawai Negeri Sipil (PNS) resmi menempati jabatan baru melalui promosi, rotasi, maupun pengukuhan. Rinciannya meliputi pengangkatan satu pejabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda), rotasi 10 pejabat pimpinan tinggi pratama, promosi empat pejabat pimpinan tinggi pratama, serta rotasi dan promosi di tingkat administrator dan pengawas. Selain itu, terdapat 18 pejabat yang dikukuhkan kembali pada jabatannya.
Effendi Edo menegaskan bahwa perubahan struktur jabatan tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus upaya meningkatkan efektivitas birokrasi.
“Sebagai organisasi pemerintah, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap posisi diisi oleh individu yang tepat, dengan kualifikasi yang relevan, agar tujuan pembangunan daerah dapat tercapai secara terukur,” ujar Edo.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses penempatan jabatan dilakukan berdasarkan sistem merit, bukan atas dasar preferensi pribadi. Penilaian dilakukan melalui evaluasi objektif terhadap kompetensi, kinerja, kualifikasi, serta integritas ASN.
“Penerapan sistem merit ini merupakan komitmen untuk menjaga profesionalisme birokrasi agar terhindar dari praktik-praktik yang tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi,” tegasnya.
Edo juga meminta para pejabat yang baru dilantik agar segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab baru. Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi (tupoksi), serta mendorong kerja cepat berbasis data.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan roda pemerintahan, mengingat tantangan birokrasi saat ini tidak dapat diselesaikan secara parsial.
“Bangun komunikasi yang aktif dengan unit kerja lain agar kebijakan yang diambil terintegrasi dan berdampak luas bagi masyarakat,” katanya.
Dalam aspek integritas, Edo menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk penyimpangan, maladministrasi, maupun penyalahgunaan wewenang. Ia meminta seluruh pejabat menjaga akuntabilitas dalam setiap tindakan.
Kepada Sekretaris Daerah yang baru dilantik, Edo memberikan penekanan pada peran strategis Sekda sebagai koordinator birokrasi. Sekda diminta memastikan seluruh perangkat daerah berjalan dalam satu visi, melakukan pengawasan efektif, serta menjaga efisiensi penggunaan anggaran.
Pada kesempatan tersebut, Edo turut mengapresiasi dedikasi para ASN yang telah mengabdi, baik yang mendapatkan jabatan baru maupun yang tetap di posisi sebelumnya. Ia optimistis penempatan pejabat berbasis meritokrasi akan mendorong peningkatan kinerja birokrasi Pemerintah Kota Cirebon.
“Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan Kota Cirebon,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















