banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

16 KKMP di Kota Cirebon Mulai Beroperasi Meski Gerai Terkendala Lahan

×

16 KKMP di Kota Cirebon Mulai Beroperasi Meski Gerai Terkendala Lahan

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Cirebon – Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Kota Cirebon mencatat mayoritas Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di wilayahnya mulai menjalankan aktivitas usaha, meskipun pembangunan gerai permanen masih terkendala keterbatasan lahan.

Program strategis nasional yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu telah terbentuk di 22 kelurahan di Kota Cirebon.

Ketua Dekopinda Kota Cirebon, Dedi Fachrudin, mengatakan dari total 22 KKMP yang telah terbentuk, sebanyak 16 koperasi sudah mulai menjalankan unit usaha sesuai potensi masing-masing wilayah.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Cirebon Resmi Diluncurkan 31 Juli 2026, Siap Tampung 540 Siswa

“Sudah ada yang bergerak di bidang pangan, toko sembako, dan lainnya. Intinya tetap mengacu pada ketentuan yang diatur dalam Instruksi Presiden,” ujar Dedi, Sabtu (16/5/2026).

Meski belum semua koperasi memiliki gerai resmi, Dedi menyebut aktivitas usaha tetap berjalan dengan memanfaatkan fasilitas atau tempat yang tersedia di setiap wilayah.

Adapun enam kelurahan yang hingga kini belum menjalankan unit usaha KKMP yaitu Kelurahan Drajat, Argasunya, Karyamulya, Lemahwungkuk, Pegambiran, Panjunan, dan Panjunan.

Sementara itu, pembangunan gerai KKMP baru dilakukan di tiga kelurahan, yakni Larangan, Kecapi, dan Kesenden.

Baca Juga :  Potensi Budaya Kabupaten Cirebon Capai 343, Disbudpar Siap Hidupkan Kembali Kuliner dan Tradisi yang Hampir Punah

“Yang sudah membangun gerai baru tiga. Sisanya masih memanfaatkan tempat yang ada sambil berjalan,” katanya.

Dedi menjelaskan, pembangunan gerai KKMP menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Cirebon yang memiliki keterbatasan lahan. Sesuai ketentuan, gerai KKMP membutuhkan lahan sekitar 1.000 meter persegi, dengan rincian 600 meter persegi untuk bangunan dan 400 meter persegi untuk area parkir.

Selain itu, desain gerai juga telah ditentukan secara nasional agar memiliki konsep seragam di setiap daerah.

“Untuk kota kecil seperti Cirebon memang cukup sulit mencari lahan seluas itu. Tapi kabarnya akan ada kebijakan baru bagi daerah yang terkendala lahan, kemungkinan gerainya bisa digabung dengan KKMP terdekat,” jelasnya.

Baca Juga :  Kabupaten Kuningan Percepat Target Menuju Zero RTLH pada 2028

Meski masih ada kendala, Dekopinda memastikan pendampingan terhadap koperasi-koperasi tersebut terus dilakukan agar seluruh KKMP di Kota Cirebon dapat segera aktif dan berkembang sesuai tujuan program nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa