SeputarDesa.com, Cirebon – Operasi pencarian korban hanyut di Sungai Kriyan (Lawang Sanga), Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, akhirnya membuahkan hasil. Pada hari ketiga pencarian, Rabu (6/5/2026), korban bernama Affandi Akbar (11) berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.
Korban ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian, pada pukul 07.36 WIB. Setelah proses evakuasi selesai, operasi pencarian secara resmi dinyatakan ditutup.
Laporan tersebut disampaikan oleh Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) Cirebon Kota melalui Pusdalban PP – Potsar Ciko.
“Korban atas nama Affandi Akbar (11 tahun) berhasil ditemukan pada pukul 07.36 WIB oleh Tim SAR Gabungan sekitar 1,5 KM dari lokasi kejadian. Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR resmi ditutup,” tulis laporan resmi Pusdalban PP – Potsar Ciko, Rabu (6/5/2026).
Korban diketahui merupakan warga Kampung Mandalangan RT 08 RW 02 No 314, Kota Cirebon.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu korban berenang bersama tiga orang temannya di aliran Sungai Kriyan. Namun korban diduga tidak mampu melawan derasnya arus hingga akhirnya terseret dan menghilang.
“Kejadian korban tenggelam pada hari Senin (04/05) sekira pukul 16.30 WIB, korban awalnya berenang dengan tiga temannya, lalu korban hanyut terbawa arus,” lanjut laporan tersebut.
Salah satu teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun upaya itu tidak berhasil karena korban terus terbawa arus.
“Korban sempat ditolong oleh satu temannya, namun tidak tergapai, lalu korban hanyut dan tidak terlihat lagi,” demikian isi laporan kronologi singkat dari Potsar Ciko.
Setelah kejadian, teman-teman korban langsung berlari meminta bantuan dan melapor kepada warga sekitar.
Upaya Pencarian Hari Ketiga
Pada hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan melakukan koordinasi intensif dengan Basarnas Kansar Bandung melalui Pos SAR Cirebon, kemudian membentuk tim gabungan serta melakukan pemetaan dan perencanaan pencarian.
Dalam proses evakuasi, tim menggunakan perahu fiber milik BPBD Kota Cirebon serta perahu LCR milik Ditpolairud Polda Jawa Barat.
“Tim SAR Gabungan melakukan operasi SAR dengan mengevakuasi korban menggunakan perahu fiber BPBD Kota Cirebon dan perahu LCR Ditpolairud Polda Jabar,” tulis laporan tersebut.
Puluhan Unsur Gabungan Terlibat
Operasi SAR ini melibatkan banyak unsur, di antaranya Basarnas, BPBD, TNI AL, Polri, Brimob, PSC 119, PMI, Tagana, relawan RAPI, ORARI, serta masyarakat sekitar.
Adapun unsur yang terlibat di antaranya Basarnas Kansar Bandung Pos SAR Cirebon, BPBD Kota Cirebon, LANAL Cirebon, Koramil dan Polsek Lemahwungkuk, Ditpolairud Polda Jabar, Satpolairud Polres Cirebon Kota, Brimob Batalyon C, PMI, Tagana, RAPI, ORARI Lokal Cirebon, SAR Seroja, SAR 217, VRI, serta warga relawan sekitar.
FKP3 Cirebon Kota menyampaikan terima kasih atas keterlibatan seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
Laporan kegiatan ini ditutup dengan pernyataan resmi yang diterbitkan pada Cirebon, 06 Mei 2026 oleh Pusdalban PP – Potsar Ciko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com
















