banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Liputan Muktamar NU Ke-35

200 Becak Listrik Disiapkan, Dukung Mobilitas Peserta Muktamar NU ke-35 di Jombang

×

200 Becak Listrik Disiapkan, Dukung Mobilitas Peserta Muktamar NU ke-35 di Jombang

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Jombang – Sebanyak 200 unit becak listrik mulai disiapkan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk mendukung kelancaran mobilitas selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.

Bantuan becak listrik tersebut diserahkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) atas dukungan Presiden RI Prabowo Subianto. Selain dipersiapkan sebagai moda transportasi pendukung Muktamar, armada tersebut juga menjadi sarana kerja baru bagi para pengayuh becak di Kabupaten Jombang.

Bagi para pengayuh yang selama ini mengandalkan tenaga fisik saat mengoperasikan becak manual, kehadiran becak listrik diharapkan dapat membuat aktivitas mencari nafkah menjadi lebih ringan.

Bupati Jombang, H. Warsubi, mengatakan bantuan tersebut sangat bermanfaat, khususnya bagi pengayuh becak yang telah berusia lanjut.

“Dengan becak listrik, mereka dapat bekerja lebih ringan, menghemat tenaga, dan tetap produktif untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Warsubi.

Disiagakan Selama Muktamar

Selain digunakan untuk aktivitas sehari-hari, sebanyak 200 becak listrik itu akan disiagakan selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Armada tersebut akan membantu mengantar tamu dan peserta Muktamar dari lokasi penginapan menuju sejumlah venue kegiatan.

Baca Juga :  Jelang Muktamar ke-35 NU, 556 Cabang dan Wilayah Lolos Verifikasi, Ring 1 Diperketat

Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdul Rozaq Sholeh, menyebut dukungan becak listrik menjadi salah satu bagian dari persiapan pelayanan transportasi bagi para peserta.

Menurutnya, persiapan penyelenggaraan Muktamar di Jombang saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.

“Becak listrik ini selain menjadi modal kerja harian, juga kami siagakan untuk mengantar tamu dan peserta Muktamar dari penginapan menuju venue acara,” katanya.

Untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban layanan, panitia menyiapkan skema khusus bagi pengayuh becak yang ditugaskan selama Muktamar.

Para pengayuh yang telah terdaftar sebagai petugas Muktamar tidak diperbolehkan menarik tarif dari peserta. Sebagai gantinya, panitia memberikan uang operasional sebesar Rp150 ribu per hari.

Baca Juga :  Muhammadiyah Jombang Siapkan Posko, Bakso hingga Layanan Kesehatan Gratis untuk Muktamar NU

“Jadi layanan untuk peserta Muktamar gratis. Becak akan diberi identitas resmi dan pengemudinya menggunakan seragam,” jelas KH Abdul Rozaq.

Diminta Tidak Dijual atau Digadaikan

Perwakilan GSN, Dimas Ramadan, mengingatkan para penerima agar bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana bekerja dan meningkatkan penghasilan keluarga.

Ia menegaskan, becak listrik tersebut tidak boleh dialihkan kepada pihak lain.

“Mohon dimanfaatkan betul untuk mengais rezeki. Jangan sampai dijual, disewakan, atau digadaikan,” pesannya.

Sementara itu, Bupati Warsubi meminta para pengayuh ikut menjaga ketertiban selama memberikan pelayanan kepada peserta Muktamar. Menurutnya, keberadaan becak listrik bukan hanya berkaitan dengan transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari wajah keramahan Kabupaten Jombang dalam menyambut ribuan tamu dari berbagai daerah.

“Jaga keramahan, ketertiban, dan keamanan selama berkendara. Rawat becak listrik ini supaya bisa digunakan dalam waktu lama dan manfaatnya terus dirasakan keluarga,” kata Warsubi.

Baca Juga :  400 Kuota Penginapan Gratis Muktamar NU ke-35 di Tambakrejo Ludes dalam Sehari

Warsubi Jajal Becak Listrik

Usai penyerahan secara simbolis dan penandatanganan berita acara, Bupati Warsubi turut menjajal langsung salah satu becak listrik tersebut.

Dari halaman Pendopo Kabupaten Jombang, Warsubi mengendarai becak listrik menuju kawasan Alun-Alun Jombang sebelum kembali ke Pendopo.

Kehadiran 200 becak listrik tersebut pada akhirnya memiliki dua fungsi sekaligus. Di satu sisi, kendaraan tersebut menjadi sarana kerja bagi para pengayuh becak untuk menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari. Di sisi lain, armada itu dipersiapkan sebagai bagian dari layanan transportasi bagi peserta dan tamu Muktamar ke-35 NU.

Di tengah kedatangan ribuan peserta Muktamar dari berbagai daerah, keberadaan becak listrik diharapkan turut memudahkan mobilitas sekaligus memberikan pengalaman pelayanan yang aman, nyaman, dan ramah selama berada di Kabupaten Jombang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi