banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Terima KartaNU dan Pukul Kentongan, Prabowo Resmi Tutup Muktamar Ke-35 NU

×

Terima KartaNU dan Pukul Kentongan, Prabowo Resmi Tutup Muktamar Ke-35 NU

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Presiden RI Prabowo Subianto memukul kentongan sebagai tanda penutupan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Gedung Serbaguna Kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).

SeputarDesa.com, Jombang – Rangkaian Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi berakhir. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir langsung dalam acara penutupan Muktamar Ke-35 NU yang digelar di Gedung Serbaguna Kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Kehadiran Presiden Prabowo menjadi salah satu momentum penting dalam forum tertinggi NU yang berlangsung sejak Kamis (27/8/2026). Setelah melewati rangkaian persidangan, pembahasan, dan berbagai agenda organisasi, para muktamirin akhirnya menutup seluruh rangkaian Muktamar.

Acara penutupan dihadiri jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), para ulama, muktamirin dari berbagai daerah, tokoh nasional, serta tamu undangan.

Suasana di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum tampak semarak. Para muktamirin mengikuti prosesi penutupan dengan penuh antusias setelah beberapa hari mengikuti seluruh agenda Muktamar.

Presiden Prabowo Terima KartaNU dari Rais Aam PBNU Terpilih

Sebelum menyampaikan sambutan penutupan, Presiden Prabowo terlebih dahulu menerima KartaNU yang diserahkan langsung oleh Rais Aam PBNU terpilih KH Miftachul Akhyar.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam prosesi penutupan Muktamar Ke-35 NU. Dalam suasana penuh keakraban, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Muktamar serta menegaskan komitmennya untuk terus membangun kerja sama dengan seluruh elemen bangsa.

Prabowo: Kita Akan Angkat Jutaan Rakyat dari Kemiskinan

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kewajiban bersama seluruh elemen bangsa adalah memusatkan perhatian pada upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya mengentaskan kemiskinan.

“Kewajiban kita bersama bahwa fokus, perhatian, transformasi bangsa kita bagaimana sebanyak-banyaknya rakyat kita keluar dari kemiskinan. Kita akan mengangkat jutaan rakyat Indonesia dari kemiskinan,” ujar Prabowo.

Menurutnya, pembangunan nasional harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Rakyat, kata Prabowo, harus dapat menikmati kehidupan yang lebih baik dengan kebutuhan dasar yang terpenuhi.

“Kita hanya ingin rakyat kita hidup dengan baik, punya rumah yang layak, penghasilan yang layak,” tegasnya.

Presiden menekankan bahwa negara harus hadir secara nyata di tengah masyarakat. Pemerintah tidak boleh membiarkan rakyat menghadapi persoalan ekonomi sendirian.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sidoarjo Dukung Penguatan UMKM Kulit Lokal melalui Tanggulangin Fair 2026

Negara Harus Hadir, Warga Jangan Terjerat Rentenir

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Presiden adalah akses masyarakat terhadap pembiayaan.

Prabowo menegaskan keinginannya agar masyarakat tidak lagi terpaksa meminjam uang kepada rentenir karena kesulitan mendapatkan akses pembiayaan yang layak.

“Kita yakinkan bahwa negara akan hadir di tengah-tengah rakyat, tidak ada lagi warga yang pinjam-pinjam ke rentenir,” kata Prabowo.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk bekerja bersama dan bergotong royong.

“Saya hari ini diterima sebagai anggota NU. Kita akan bersama-sama bergotong royong untuk kemajuan bangsa,” ujarnya.

Menurut Prabowo, NU memiliki kekuatan besar dalam kehidupan masyarakat dan dapat menjadi bagian penting dalam membangun Indonesia yang lebih sejahtera.

Prabowo Ucapkan Selamat kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Terpilih

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada Rais Aam PBNU terpilih KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

Prabowo juga mengapresiasi pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang dinilainya mampu berlangsung dengan baik.

Menurutnya, perbedaan dalam sebuah organisasi merupakan sesuatu yang wajar. Yang terpenting adalah bagaimana perbedaan tersebut diterima dengan kedewasaan dan kompetisi berlangsung secara sehat.

“Kita terima perbedaan dan kita kompetisi yang sehat. NU menjadi contoh bisa melaksanakan Muktamar dengan sukses, damai, dan rukun,” ujar Prabowo.

Pesan tersebut menjadi penting setelah seluruh proses Muktamar selesai. Perbedaan pandangan selama persidangan diharapkan tidak menjadi sekat, melainkan menjadi bagian dari dinamika organisasi dalam menentukan arah NU ke depan.

Ketua Umum PBNU Terpilih: Muktamar Kali Ini Sangat Istimewa

Dalam sambutan penutupan, Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyampaikan bahwa Muktamar Ke-35 NU memiliki keistimewaan tersendiri.

Baca Juga :  Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi Dimakamkan Hari Ini di Gontor

Menurut Gus Kikin, berbagai agenda Muktamar dapat berjalan dengan lancar. Hal tersebut tidak lepas dari semangat dan antusiasme para peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Muktamar kali ini sangat istimewa. Banyak hal yang berjalan lancar, semangatnya luar biasa. Hampir semua peserta bersemangat mengikuti semua agenda,” ungkap Gus Kikin.

Ia menyebut ada sejumlah hal yang berbeda dalam Muktamar kali ini dibandingkan sebelumnya. Salah satu yang paling menonjol adalah semangat kebersamaan.

“Ada hal-hal yang berbeda di Muktamar kali ini, di antaranya kebersamaan,” ujarnya.

Semangat tersebut terlihat dari interaksi para muktamirin yang datang dari berbagai daerah. Mereka tidak hanya mengikuti agenda persidangan, tetapi juga membangun komunikasi, berdiskusi, dan memperkuat persaudaraan sebagai sesama warga Nahdlatul Ulama.

Gus Kikin berharap semangat kebersamaan tersebut tidak berhenti setelah Muktamar berakhir, tetapi menjadi modal dalam menjalankan kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031.

KH Miftachul Akhyar: Semoga Ada Perbaikan dan Saling Menutup Kekurangan

Sementara itu, Rais Aam PBNU terpilih KH Miftachul Akhyar menyampaikan harapan agar perjalanan kepengurusan PBNU ke depan terus diwarnai perbaikan.

Menurutnya, perjalanan organisasi merupakan proses panjang yang membutuhkan evaluasi dan penyempurnaan. Setiap kekurangan harus menjadi ruang untuk saling melengkapi, bukan menjadi sumber perpecahan.

“Semoga dalam perjalanan nanti terdapat perbaikan-perbaikan dan saling menutup kekurangan,” ujar KH Miftachul Akhyar.

Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjalankan amanah organisasi. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga diperlukan sikap saling menguatkan dan melengkapi.

Pesan tersebut sekaligus menjadi harapan bagi kepengurusan baru agar mampu menjaga persatuan dan soliditas NU dalam menghadapi berbagai tantangan lima tahun ke depan.

Kepemimpinan Baru PBNU 2026–2031

Muktamar Ke-35 NU menghasilkan kepemimpinan baru PBNU untuk masa khidmah 2026–2031.

Melalui mekanisme Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA), sembilan kiai yang tergabung dalam AHWA menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU.

Baca Juga :  Alarm Bahaya di Tubuh BUMN! Tolak Hak Sunat, 6 Pengurus Buruh Migas Cilacap Malah Digugat PHK dan Ganti Rugi Ratusan Juta

Sementara itu, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.

Kepemimpinan baru tersebut kini mengemban amanah untuk membawa NU menghadapi berbagai tantangan organisasi, sosial, ekonomi, pendidikan, serta kehidupan kebangsaan selama lima tahun mendatang.

Ditutup dengan Pemukulan Kentongan

Setelah seluruh rangkaian sambutan dan prosesi penutupan selesai, Muktamar Ke-35 NU secara resmi ditutup oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Prosesi penutupan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Presiden Prabowo di hadapan para ulama, jajaran PBNU, muktamirin, dan tamu undangan.

Pemukulan kentongan tersebut menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian Muktamar Ke-35 NU yang berlangsung selama lima hari, sejak 27 hingga 31 Agustus 2026.

Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya babak baru perjalanan Nahdlatul Ulama di bawah kepemimpinan Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas meninggalkan sejumlah pesan penting: kebersamaan, saling melengkapi, menerima perbedaan, kompetisi yang sehat, serta komitmen untuk terus melakukan perbaikan.

Bagi para muktamirin, berakhirnya Muktamar bukanlah akhir dari perjuangan. Mereka akan kembali ke daerah masing-masing dengan membawa hasil keputusan Muktamar dan semangat baru untuk menjalankan amanah organisasi.

Dari Tambakberas, Jombang, NU memasuki babak baru. Sementara dari panggung penutupan, Presiden Prabowo menyampaikan pesan bahwa gotong royong harus menjadi kekuatan bersama untuk membawa sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan.

Muktamar telah selesai. Kentongan telah dipukul. Kepemimpinan baru dimulai. Kebersamaan menjadi modal, perbaikan menjadi komitmen, dan kesejahteraan rakyat menjadi tujuan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi