SeputarDesa.com, Grobogan — Ketua DPRD Grobogan, Lusia Indah Artani, turun langsung menyikapi persoalan tidak tersedianya anggaran akomodasi bagi atlet pelajar Grobogan yang berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026.
Lusia memimpin langsung audiensi bersama Aliansi Masyarakat Peduli Grobogan dan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan, Selasa (15/9/2026) sore.
Audiensi tersebut menjadi perhatian Ketua DPRD setelah atlet pelajar Grobogan harus menggunakan anggaran mandiri untuk memenuhi kebutuhan akomodasi selama mengikuti Popda Jateng.
Sebagai pimpinan lembaga legislatif daerah, Lusia membuka langsung ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keberatan sekaligus meminta penjelasan terkait tidak tersedianya anggaran akomodasi tersebut.
Perwakilan Aliansi Masyarakat Peduli Grobogan, Sugiyanto, dalam forum itu meminta DPRD dan pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap atlet pelajar yang membawa nama Kabupaten Grobogan di tingkat Jawa Tengah.
“Kami mohon perhatiannya agar para atlet pelajar lebih dihargai, masak pakai anggaran pribadi. Dan atlet itu kalau berangkat dilepas Bupati itu kan pasti lebih bersemangat,” kata Sugiyanto.
Menanggapi aspirasi tersebut, Lusia memimpin pembahasan bersama pihak Disporabudpar dan Komisi D DPRD Grobogan. Persoalan tidak tersedianya anggaran Popda kemudian dimintakan penjelasan secara langsung kepada organisasi perangkat daerah terkait.
Kepala Disporabudpar Grobogan, Wahono, menjelaskan bahwa kebutuhan akomodasi Popda 2026 tidak masuk dalam penganggaran karena terdampak efisiensi anggaran yang dilakukan secara berlapis.
“Terkait tidak teranggarkannya Popda tahun 2026 karena terdampak efisiensi yang berlapis. Untuk itu, mohon dimaafkan kalau menimbulkan kekurangnyamanan dan prestasi menurun,” ujar Wahono.
Atas persoalan tersebut, Lusia menempatkan aspirasi masyarakat dan kebutuhan atlet pelajar sebagai bagian yang perlu diperhatikan dalam pembahasan anggaran berikutnya.
Ketua DPRD bersama jajaran terkait akan mengawal agar kebutuhan akomodasi Popda kembali menjadi perhatian dalam proses penganggaran sesuai mekanisme dan kemampuan keuangan daerah.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Grobogan, Mansata Indah Maratona, menyampaikan bahwa kondisi keuangan daerah turut memengaruhi pengalokasian anggaran. Ia menyebut transfer ke daerah mengalami pemotongan hingga sekitar Rp271 miliar sehingga pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian anggaran.
“Kami mohon maaf, karena kondisi keuangan sedang tidak baik-baik saja. Akan kita perjuangkan lagi tahun anggaran berikutnya sehingga momen tak terlewat,” kata Mansata.
Bagi Lusia, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut ketersediaan anggaran, tetapi juga dukungan pemerintah daerah terhadap atlet pelajar yang membawa nama Grobogan dalam kompetisi tingkat Jawa Tengah.
Karena itu, hasil audiensi menjadi bahan bagi DPRD untuk mengawal kembali kebutuhan akomodasi Popda dalam pembahasan anggaran selanjutnya.
Pada hari yang sama, DPRD Grobogan juga menjalankan agenda persetujuan APBD 2027. Kondisi tersebut membuat ruang penganggaran baru menjadi terbatas dan harus disesuaikan dengan tahapan serta kemampuan keuangan daerah.
Dengan demikian, peran Lusia sebagai Ketua DPRD menjadi penting dalam memastikan aspirasi yang telah disampaikan masyarakat tidak berhenti pada forum audiensi, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam proses pembahasan anggaran berikutnya.
Aliansi Masyarakat Peduli Grobogan berharap langkah yang telah dibuka Lusia tersebut berlanjut pada pengawalan anggaran, sehingga atlet pelajar Grobogan tidak kembali menghadapi persoalan akomodasi ketika mengikuti Popda Jawa Tengah pada tahun mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















