banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Tasyakuran Hari Santri 2026, Ansor Jombang Ajak Kader Perkuat Ilmu dan Spiritualitas

×

Tasyakuran Hari Santri 2026, Ansor Jombang Ajak Kader Perkuat Ilmu dan Spiritualitas

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Suasana kegiatan Rijalul Ansor, pembacaan Sholawat Nabi, dan tasyakuran Hari Santri Nasional 2026 yang digelar PC GP Ansor Jombang di Masjid Agung Baitul Mukminin, Jombang.

SeputarDesa.com, Jombang – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Jombang mengajak seluruh kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk memperkuat spiritualitas, memperdalam ilmu agama, serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Rijalul Ansor, pembacaan Sholawat Nabi, dan tasyakuran Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar di Masjid Agung Baitul Mukminin, Kabupaten Jombang. Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah alim ulama, jajaran pengurus PC GP Ansor Jombang, serta kader dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkokoh nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di lingkungan kader Ansor.

Ketua Rijalul Ansor PC GP Ansor Jombang, Gus Didin, menegaskan bahwa Rijalul Ansor bukan sekadar kegiatan seremonial organisasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan ikhtiar untuk merawat tradisi keagamaan sekaligus membangun kekuatan spiritual kader.

Baca Juga :  DPRD Sidoarjo Desak Pemda Perkuat Anggaran dan Strategi Ketahanan Pangan

Menurutnya, melalui Rijalul Ansor, kader memiliki ruang untuk mendekatkan diri kepada para ulama, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui pembacaan sholawat, serta memperkuat landasan keagamaan dalam menjalankan roda organisasi.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang, Taufiki Fakarudin Asilahi, mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pengabdian kepada Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat.

Ia menekankan bahwa menjadi kader Ansor tidak cukup hanya ditandai dengan identitas organisasi. Kader harus mampu membuktikan komitmennya melalui keaktifan, kedisiplinan, loyalitas, dan kontribusi nyata dalam setiap gerakan organisasi.

“Kader Ansor harus senantiasa hadir, aktif, dan mengambil peran. Keberadaan Ansor harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pesannya.

Puncak kegiatan diisi tausiyah oleh Gus Bang. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh kader Ansor dan Banser untuk senantiasa istiqamah dalam berkhidmah, menghormati para ulama, serta tidak meninggalkan tradisi mengaji sebagai fondasi perjuangan.

Baca Juga :  KUA Kecamatan Tanjung Gelar Ikrar Wakaf Masjid dan Mushola di Desa Luwungbata dan Pedukuhan

Gus Bang juga mengingatkan bahwa tantangan perjuangan generasi saat ini berbeda dengan perjuangan para pendahulu. Jika generasi terdahulu berjuang melawan penjajahan, maka generasi sekarang menghadapi tantangan kemiskinan dan kebodohan.

Karena itu, kader Ansor dan Banser dituntut memiliki bekal ilmu pengetahuan, meningkatkan kapasitas diri, serta mengambil peran dalam mendorong kemajuan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.

“Perang kalian sekarang bukan lagi melawan penjajah, melainkan melawan kemiskinan dan kebodohan. Karena itu, jangan pernah berhenti mengaji dan menuntut ilmu,” tegas Gus Bang.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberkahan dalam berorganisasi maupun kehidupan dapat diraih melalui keikhlasan dalam berkhidmah, menjaga hubungan baik dengan para kiai, serta melanjutkan perjuangan para muassis dan pendahulu Nahdlatul Ulama.

Baca Juga :  Cegah Longsor dan Banjir, Babinsa Gotong Royong Normalisasi Saluran air

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Gus Fail, yang akrab disapa Mbah Jahur. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.

Melalui kegiatan tasyakuran Hari Santri Nasional 2026 tersebut, PC GP Ansor Jombang menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak semata-mata bertumpu pada soliditas struktural, tetapi juga membutuhkan kedalaman spiritualitas, keluasan ilmu pengetahuan, dan kesetiaan kader dalam menjaga tradisi perjuangan para ulama.

Momentum Hari Santri ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh kader Ansor dan Banser bahwa pengabdian kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama harus berjalan seiring dengan penguatan iman, peningkatan kapasitas intelektual, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi