banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Polres Purworejo Amankan 24 Pelajar Diduga Hendak Tawuran, Polisi Kedepankan Pembinaan dan Pendidikan

×

Polres Purworejo Amankan 24 Pelajar Diduga Hendak Tawuran, Polisi Kedepankan Pembinaan dan Pendidikan

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Purworejo – Polres Purworejo bersama Polsek Kemiri bergerak cepat menindaklanjuti beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan sekelompok remaja diduga hendak melakukan aksi tawuran dengan membawa senjata tajam di wilayah Jalan Kemiri–Pituruh, Kabupaten Purworejo.

Peristiwa yang terekam dalam video tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (31/10/2026) dini hari. Menyikapi informasi yang beredar, jajaran kepolisian langsung melakukan penyelidikan dengan menelusuri kendaraan serta mengidentifikasi sejumlah remaja yang terlihat dalam rekaman tersebut.

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi anak-anak yang diduga terlibat dalam aksi konvoi tersebut. Mereka diketahui berasal dari sejumlah sekolah tingkat SMP dan SMK di wilayah Kecamatan Kemiri dan Kutoarjo, dengan rentang usia sekitar 15 hingga 16 tahun.

Kapolres Purworejo AKBP Erma Rahayu Kusuma Ningrum, S.H., S.I.K., M.A., menjelaskan bahwa kejadian tersebut diduga berawal dari saling ejek melalui media sosial. Perselisihan itu kemudian berkembang hingga sejumlah anak sepakat untuk berkumpul dan mencari kelompok lain.

Sebelum melakukan konvoi, mereka diketahui berkumpul di kawasan Gunung Tugel, Kutoarjo. Selanjutnya, rombongan bergerak menggunakan sepeda motor melintasi sejumlah wilayah hingga memasuki Kecamatan Kemiri.

Baca Juga :  Bupati Sidoarjo Kukuhkan Pengurus Baru Dekranasda, Fokus Dorong UMKM dan Produk Lokal ke Pasar Global

Aktivitas rombongan tersebut telah terpantau oleh jajaran kepolisian melalui patroli gabungan yang rutin dilaksanakan, khususnya pada malam akhir pekan. Ketika memasuki wilayah Kemiri, petugas melakukan upaya pencegahan. Sebelum mencapai kawasan Kerep Kemiri, rombongan tersebut juga sempat dibubarkan warga hingga para remaja tercerai-berai.

Dalam penanganan kejadian tersebut, Polres Purworejo bersama Polsek Kemiri mengamankan sebanyak 24 anak dari dua kelompok yang berasal dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Kemiri dan Kutoarjo.

Petugas turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, di antaranya dua buah jaket atau jumper, celana panjang, helm, serta sebilah senjata tajam jenis celurit.

Kapolres Purworejo didampingi Kapolsek Kemiri AKP Bruyi Rohman Warsito, S.H., M.H., menegaskan bahwa penanganan terhadap para remaja dilakukan dengan mengedepankan pendekatan pembinaan, perlindungan anak, serta mempertimbangkan masa depan pendidikan mereka.

Sebagai langkah tindak lanjut, kepolisian mengundang orang tua atau wali, pihak sekolah, perangkat desa, dan tokoh masyarakat dari lingkungan tempat tinggal anak-anak tersebut untuk duduk bersama mencari solusi.

Baca Juga :  Ribuan Warga Padati Pawai Gunungan Desa Pabean, DPRD Sidoarjo Sebut Dongkrak Ekonomi UMKM

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan dan dapat melanjutkan sekolah. Sejalan dengan program Polri Peduli Pendidikan, pembinaan dan pengawasan akan dilakukan secara bersama-sama agar para remaja tidak kembali terlibat dalam aktivitas yang berpotensi melanggar hukum.

Para anak yang terlibat juga telah mengakui kesalahan dan menyatakan komitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya. Sementara itu, pihak sekolah menyatakan kesediaan meningkatkan pengawasan serta memberikan pembinaan kepada siswa yang bersangkutan.

Kapolres menambahkan, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Purworejo terus diperkuat melalui patroli rutin setiap hari. Patroli gabungan juga ditingkatkan pada malam Sabtu dan malam Minggu, ketika aktivitas masyarakat dan kelompok remaja cenderung meningkat.

Selain patroli malam, kepolisian melakukan edukasi dan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar. Petugas juga menyasar sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya remaja melalui patroli siang hari guna mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

Kapolres turut mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas dan pergaulan anak, termasuk mengawasi penggunaan media sosial serta membatasi waktu bermain di luar rumah.

Baca Juga :  Halal Bihalal Dusun Bedoyo Berlangsung Meriah, Perkuat Silaturahmi dan Dorong Kegiatan Pemuda

Ia mengimbau agar anak-anak sudah berada di rumah paling lambat pukul 21.00 WIB, kecuali apabila memiliki keperluan yang jelas.

“Orang tua perlu mengetahui keberadaan anak, mengenali teman-teman pergaulannya, serta mengawasi penggunaan media sosial agar tidak menjadi pemicu terjadinya tindakan yang melanggar hukum,” pesannya.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Purworejo bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Sinergi antara kepolisian, keluarga, sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai penting untuk mencegah kenakalan remaja serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Melalui langkah pencegahan, pengawasan, dan pembinaan secara berkelanjutan, diharapkan para remaja dapat terhindar dari pengaruh pergaulan negatif dan tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, disiplin, serta taat hukum.(**)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Penulis: SumartonoEditor: Irwani Umam

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi