SeputarDesa.com, Brebes — Jalan Tengguli–Luwunggede, yang merupakan bagian dari jalan kabupaten, mengalami lonjakan kepadatan lalu lintas setiap hari, terutama pada pagi hari pukul 06.00–08.00 dan sore hari pukul 15.30–17.30. Jalur ini menjadi rute utama bagi karyawan dan karyawati yang bekerja di kawasan Pantura, sehingga arus kendaraan roda dua mendominasi di sepanjang ruas tersebut.
Kepadatan tak hanya berasal dari warga sekitar, tetapi juga dari pengguna jalan lintas kecamatan, terutama masyarakat yang datang dari wilayah selatan. Mereka memanfaatkan jalur ini sebagai akses tercepat menuju tempat pekerjaan, sehingga volume kendaraan meningkat tajam pada jam keberangkatan.
Selain menjadi jalur pekerja, kawasan ini juga dipadati aktivitas pendidikan. Di sepanjang Jalan Tengguli–Luwunggede terdapat beberapa lembaga pendidikan seperti SD, MI, PAUD, serta SMPN 2 Tanjung. Mobilitas siswa, guru, dan orang tua menambah tingginya intensitas lalu lintas, khususnya pada jam masuk sekolah.
Menurut laporan warga, sering terjadi insiden lalu lintas pada pagi hari akibat padatnya arus kendaraan dan tingginya kecepatan pengendara yang saling mendahului. Kondisi jalan yang tidak sebanding dengan volume kendaraan juga dianggap memperbesar potensi kecelakaan.
Warga berharap pemerintah kabupaten dapat melakukan peninjauan ulang terhadap rekayasa lalu lintas, termasuk pemasangan rambu tambahan, pembatas kecepatan, hingga opsi pelebaran jalan demi meningkatkan keselamatan.
“Jalan ini sangat vital karena menjadi akses kami bekerja dan anak-anak sekolah. Kami berharap ada penanganan agar tidak terus terjadi kecelakaan,” ujar salah satu warga setempat.
Hingga kini, masyarakat menantikan langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan jalur penting tersebut dapat dilalui dengan lebih aman, tertib, dan nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














