SeputarDesa.com, Jombang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui SPPG Yayasan Ulive Care Indonesia di Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, menuai sorotan dari sejumlah wali murid. Mereka mempertanyakan kualitas dan kuantitas menu yang diberikan kepada siswa yang dinilai belum mencerminkan standar makanan bergizi sebagaimana tujuan program tersebut.
Pada pembagian menu hari ini, Senin (9/3/2026), siswa menerima paket makanan yang terdiri dari pisang coklat, kacang koro, susu, serta tahu bakso. Meski terdapat beberapa jenis makanan, sejumlah orang tua menilai komposisi tersebut masih tergolong sederhana dan belum tentu sebanding dengan anggaran yang disebut telah dialokasikan untuk program MBG.
Beberapa wali murid mengungkapkan bahwa kondisi tersebut mulai terasa dalam beberapa waktu terakhir. Mereka menilai kualitas menu MBG cenderung menurun dibandingkan saat awal program berjalan.
“Sekarang tambah lama tambah terasa berbeda. Dulu masih lumayan, sekarang kok rasanya makin tidak sesuai dengan anggaran yang katanya ada,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurutnya, dalam beberapa kesempatan menu yang dibagikan kepada siswa juga tidak selalu disertai susu. Ketika susu tidak tersedia, para wali murid memperkirakan nilai makanan yang diterima anak-anak hanya berkisar sekitar Rp6.000 per porsi.
Perkiraan tersebut memunculkan pertanyaan dari para orang tua mengenai transparansi pengelolaan anggaran dalam program MBG yang dijalankan oleh SPPG Yayasan Ulive Care Indonesia di wilayah tersebut. Mereka berharap ada penjelasan yang jelas mengenai standar penyusunan menu, nilai gizi makanan, serta besaran anggaran yang digunakan.
Selain itu, beberapa wali murid juga menilai jenis makanan yang dibagikan lebih menyerupai camilan dibandingkan makanan bergizi lengkap. Padahal, program MBG diharapkan mampu membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak selama menjalani kegiatan belajar di sekolah.
“Kalau memang ini program makan bergizi, seharusnya menunya lebih lengkap. Anak-anak butuh makanan yang benar-benar bergizi, bukan sekadar camilan,” kata wali murid lainnya.
Para orang tua berharap pihak penyelenggara dapat melakukan evaluasi terhadap kualitas dan kuantitas menu yang dibagikan kepada siswa. Mereka juga meminta agar pengelolaan program dilakukan secara lebih transparan agar tujuan utama program MBG, yakni meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah, dapat tercapai secara maksimal.
Hingga berita ini ditulis, pihak SPPG Yayasan Ulive Care Indonesia yang berada di Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan para wali murid mengenai kualitas dan kuantitas menu MBG tersebut.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














