banner 970x250
BeritaDaerah

BGN Tegaskan Standar Mutu: 27 Satuan Pelayanan di Sampang Masuki Fase Standardisasi Ketat

×

BGN Tegaskan Standar Mutu: 27 Satuan Pelayanan di Sampang Masuki Fase Standardisasi Ketat

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Sampang – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah strategis guna menjamin integritas program pemenuhan gizi nasional di wilayah Kabupaten Sampang. Sebanyak 27 pimpinan dapur produksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini diinstruksikan untuk fokus penuh pada penyelesaian administrasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Langkah ini merupakan bentuk komitmen zero compromise terhadap kualitas dan keamanan pangan. Selama proses pemenuhan kualifikasi ini berlangsung, aktivitas produksi dihentikan sementara guna memastikan setiap asupan yang sampai ke tangan masyarakat telah melalui kontrol kesehatan yang ketat.

Daftar Satuan Pelayanan dalam Transformasi Kualitas, Berikut adalah jajaran pimpinan SPPG di Kabupaten Sampang yang tengah menuntaskan standarisasi SLHS:

  1. SPPG Banyuanyar Tengah, Kecamatan Sampang nama kepala SPPG Anisa Khalid.
  2. SPPG Sampang Robatal Lepelle nama kepala SPPG Hafidz.
  3. SPPG Sampang Camplong Dharma Tanjung 2 nama kepala SPPG Faisal Amir.
  4. SPPG Sampang Sokobanah Tambaru Daya 5 nama kepala SPPG Ahmad Afriyadi.
  5. SPPG Sampang Sokobanah Tambaru Barat 2 nama kepala SPPG Diego Rahman Pribadi.
  6. SPPG Sampang Karag Penang Tlambah 6 nama kepala SPPY Aditiya Bagas Listiawan.
  7. SPPG Sampang Sokobanah Tobai Timur nama kepala SPPG Amalia Yoga Sharoni.
  8. SPPG Sampang Omben Gersempal 2 nama kepala SPPG Rachmawati Nurul Fadilah.
  9. SPPG Sampang Camplong Banjar Talelah nama kepala SPPG Irhamni Umarul Faruq.
  10. SPPG Omben Madulang nama kepala SPPG Rendi Kusmidi.
  11. SPPG Omben Rapa Daya Bagas nama kepala SPPG Praditya Ananta.
  12. SPPG Banyuates Masaran 2 nama kepala SPPG Rafiansyah
  13. SPPG Kedungdung Daleman 3 nama kepala SPPG Mohammad Sugihartono.
  14. SPPG Sokobanah Tobai Tengahnama kepala SPPG Rafi Ainurrisa.
  15. SPPG Sokobanah Daya 4 nama kepala SPPG Arif Priyo Sembodo.
  16. SPPG Kedungdung Ombul nama kepala SPPG Somadani.
  17. SPPG Banyuates Jatra Timurnama kepala SPPG Andre Fernando Pratama.
  18. SPPG Banyuates Jatra Timur 2nama kepala SPPG Bahtiar Maulana.
  19. SPPG Gunung Sekar 4 Muhammad nama kepala SPPG Rifaldi.
  20. SPPG Omben Timuran nama kepala SPPG Sofyan Ansori.
  21. SPPG Tanggumong 2 nama kepala SPPG Muhammad Nurul Ihsan.
  22. SPPG Banyuates Tlagah 1 nama kepala SPPG Rahmat Fajrianto.
  23. SPPG Polagan nama kepala SPPG Iliyan.
  24. SPPG Pangarengan Ragung nama kepala SPPG Rohmat Taufik Hidayat.
  25. SPPG Banyuanyar 004 nama kepala SPPG Erwin Ahmad Robbani.
  26. SPPG Pangarengan Gulbung nama kepala SPPG Imron Rosyadi.
  27. SPPG Bira Barat Ketapang (Manajemen Kolektif).
Baca Juga :  Babinsa Koramil 0819/21 Purwosari Gotong Royong Perbaiki Jalan Ambrol di Desa Pager

Terkait penghentian sementara ini, muncul pertanyaan mengenai keberlanjutan asupan bagi Penerima Manfaat (PM) siswa serta kelompok rentan B3 (Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui) yang selama ini menerima dropping makanan dari SPPG tersebut.

Pihak otoritas menegaskan bahwa keselamatan konsumen adalah prioritas utama. Meskipun terjadi jeda distribusi sementara, langkah ini diambil justru untuk melindungi para siswa dan kelompok B3 dari risiko masalah kesehatan atau keracunan pangan yang mungkin timbul jika standar higiene tidak terpenuhi.

BGN berkomitmen untuk melakukan percepatan proses audit dan perizinan agar penyaluran makanan bergizi dapat segera dilakukan kembali. Setelah seluruh dokumen SLHS dinyatakan valid dan standar dapur terpenuhi, distribusi akan langsung dinormalisasi dengan jaminan kualitas yang jauh lebih baik dan aman bagi seluruh penerima manfaat.

Baca Juga :  Rumah Tak Layak Huni Dibongkar, TMMD Hadirkan Harapan Baru bagi Ibu Siti Aisyah

Penghentian sementara ini bukan sekadar kendala teknis, melainkan jeda strategis untuk memitigasi risiko kesehatan di masa depan.

“Kami mengutamakan perlindungan konsumen. Jeda distribusi ini adalah investasi jangka panjang untuk memastikan seluruh dapur produksi di Sampang benar-benar memenuhi kualifikasi kesehatan yang ketat dan profesional. Keamanan pangan bagi siswa dan ibu hamil tidak bisa ditawar,” tegas perwakilan manajemen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi