SeputarDesa.com, Jombang — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, pada Minggu (29/3) sore memicu insiden tragis di area persawahan Dusun Ngemprak, Desa Kedungbetik. Dua buruh tani yang tengah bekerja sebagai pengangkut padi tersambar petir, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya selamat.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di lahan pertanian milik warga setempat. Kedua korban diketahui merupakan pekerja borongan panen padi. Saat hujan deras turun, aktivitas panen sempat dihentikan demi keselamatan.
Namun setelah hujan mereda dan kondisi terlihat lebih aman, para pekerja kembali ke sawah untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas. Naas, tidak lama setelah aktivitas dilanjutkan, petir menyambar area tersebut.
Akibat kejadian itu, seorang pekerja berinisial J (36), warga Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, meninggal dunia di lokasi. Korban diduga mengalami luka bakar serius akibat sambaran petir.
Sementara rekannya, S, warga Tambakrejo, Desa Jombatan, berhasil selamat meski sempat kehilangan kesadaran. Ia segera dievakuasi oleh warga dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Perangkat Desa Kedungbetik, Harianto, menyebut bahwa korban merupakan bagian dari kelompok pekerja borongan yang bertugas mengangkut hasil panen padi. Ia juga menuturkan bahwa perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor utama terjadinya insiden tersebut.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban dari tengah sawah. Petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan awal.
Jenazah korban meninggal dunia telah dibawa pulang ke rumah duka, sementara korban selamat masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com
















