banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaDaerahKabar Desa

BUMDes Sejahtera Kemirigede Menuju Digital: Kolaborasi Lintas Sektor Siap Dongkrak Ekonomi Desa

×

BUMDes Sejahtera Kemirigede Menuju Digital: Kolaborasi Lintas Sektor Siap Dongkrak Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Blitar – Upaya transformasi digital di tingkat desa terus menunjukkan geliat positif. Salah satunya datang dari Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, yang tengah mempersiapkan digitalisasi pengembangan unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera.

Program ini diinisiasi oleh Program Studi Bisnis Digital Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan peran akademisi dalam pembangunan desa berbasis teknologi. Inisiatif bertajuk “Digitalisasi Pengembangan Unit Usaha BUMDes Sejahtera” tersebut kini memasuki tahap penyusunan konsep dan strategi implementasi.

Tidak sekadar menghadirkan sistem digital, program ini dirancang sebagai pendekatan terpadu untuk meningkatkan daya saing ekonomi desa. Sinergi antara perguruan tinggi, komunitas teknologi, dan pemerintah pusat menjadi kunci dalam mewujudkan transformasi tersebut.

Kolaborasi ini melibatkan tiga unsur utama, yakni UPN Veteran Jawa Timur sebagai penyedia pendampingan akademik dan teknis, Relawan TIK Indonesia yang fokus pada peningkatan literasi digital masyarakat, serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) yang berperan dalam penguatan kebijakan dan arah pembangunan desa.

Baca Juga :  Pondok Pesantren Gadingmangu Jombang, Berikan Santunan Kepada Anak Yatim Dan Duafa

Koordinasi awal telah dilakukan melalui pertemuan daring pada Kamis, 16 April 2026. Forum ini mempertemukan Sugiarto, M.Kom. selaku Kaprodi Bisnis Digital UPN Veteran Jawa Timur, Mujianto, S.E., M.T. bersama tim Pusat Pengembangan Daya Saing Desa (Pusdaing) Kemendes PDT, serta Ansori dari kalangan pegiat desa.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati delapan tahapan strategis sebagai kerangka kerja program. Tahapan ini dimulai dari konsolidasi tim dan koordinasi dengan pemerintah desa, dilanjutkan dengan penggalian data potensi desa, hingga penyusunan model bisnis berbasis digital.

Selain itu, akan dilakukan perancangan sistem layanan berbasis web, pembangunan platform digital untuk promosi produk UMKM, serta pelatihan bagi pengelola BUMDes dan generasi muda desa agar mampu mengoperasikan teknologi secara mandiri. Evaluasi berkala dan penyusunan roadmap jangka panjang juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.

Baca Juga :  Permudah Akses Ekonomi Warga, Babinsa Andonosari Gotong Royong Bangun Jalan Paving ke Area Perkebunan

Sugiarto, M.Kom. menyampaikan bahwa pendekatan yang digunakan tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada kebermanfaatan langsung bagi masyarakat desa.

“Kami ingin memastikan bahwa digitalisasi ini benar-benar menjadi alat produktivitas, bukan sekadar tampilan. Sistem yang dibangun harus bisa membantu BUMDes meningkatkan pendapatan dan memperluas akses pasar,” ujarnya.

Ansori menilai kolaborasi ini sebagai bentuk nyata penerapan konsep pentahelix dalam pembangunan desa.

“Sinergi antara akademisi, komunitas teknologi, dan pemerintah menjadi fondasi kuat untuk menciptakan inovasi yang berkelanjutan. Desa tidak boleh tertinggal dalam arus digitalisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Mujianto, S.E., M.T. menekankan pentingnya kesinambungan program agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Pendampingan tidak boleh berhenti di awal saja. Harus ada monitoring dan penguatan kapasitas secara berkelanjutan agar BUMDes benar-benar siap bersaing di era digital,” ungkapnya.

Ia juga berharap program ini mampu mendorong BUMDes Sejahtera menjadi entitas usaha yang lebih modern, transparan, dan kompetitif.

“Kami optimistis Desa Kemirigede dapat menjadi contoh praktik baik yang bisa direplikasi oleh desa-desa lain di Indonesia,” tambahnya.

Transformasi digital ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan BUMDes, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas, sehingga potensi ekonomi lokal dapat berkembang secara optimal di era digital.(**)

Baca Juga :  Penanggulangan Risiko Digital Dini: Polwan Polresta Sidoarjo Kawal Literasi Gadget di 'Kampung Lali Gadget'

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa