SeputarDesa.com, Sidoarjo — Pembongkaran sebuah makam di kawasan Pasar Sepanjang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Kejadian ini menyita perhatian karena makam tersebut diyakini sebagian warga sebagai makam waliyullah yang selama ini disakralkan oleh warga Ngelom.
Meski pembongkaran diketahui telah berlangsung sejak Rabu pekan lalu, informasi terkait peristiwa tersebut baru ramai diperbincangkan setelah beredar luas di media sosial. Kondisi ini memicu keterkejutan warga sekaligus menimbulkan berbagai pertanyaan terkait kebenaran status makam.
Menanggapi situasi tersebut, anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi NasDem, Muh Zakaria Dimas Pratama, mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif. Ia juga menginisiasi dialog antara pihak terkait, mulai dari pelaksana pembongkaran, aparat kelurahan, kepolisian, TNI, hingga tokoh agama dan masyarakat.
Menurut Dimas, pendekatan yang dilakukan saat ini lebih mengedepankan mediasi guna meredam polemik yang berkembang.
“Yang penting saat ini situasi tetap kondusif. Kita mediasi karena ini sudah ramai di media sosial dan banyak tanggapan dari masyarakat,” ujarnya, Selasa (21/4).
Ia menilai, diperlukan kajian mendalam untuk memastikan status makam tersebut, terutama dari aspek sejarah dan kesaksian para tokoh setempat.
“Perlu penelusuran historis dengan melibatkan ulama, tokoh agama, dan sesepuh wilayah agar jelas asal-usul makam ini,” katanya.
Dari informasi awal, muncul dugaan bahwa lokasi tersebut dulunya merupakan area pemakaman warga Tionghoa. Hal ini membuat klaim bahwa makam tersebut adalah makam wali belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Apakah benar makam wali atau bukan, ini yang harus ditelusuri secara menyeluruh,” tegasnya.
DPRD Sidoarjo, lanjut Dimas, akan mengikuti hasil musyawarah antara warga dan pemerintah setempat. Jika nantinya ada kesepakatan untuk membangun kembali makam tersebut, pihaknya menyatakan siap memberikan dukungan, termasuk dari sisi anggaran.
“Kalau memang ada kesepakatan untuk dibangun kembali, tentu akan kami fasilitasi. Namun tetap harus melalui proses klarifikasi terlebih dahulu,” imbuhnya.
Ia juga berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara bijak dan kekeluargaan tanpa menimbulkan konflik yang lebih luas.
Sementara itu, pihak kelurahan berencana menggelar forum bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama guna mencari titik temu atas persoalan tersebut. Hasil pertemuan itu nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah selanjutnya, termasuk memastikan status makam yang selama ini diyakini sebagian warga.
Hingga kini, kasus pembongkaran makam tersebut masih dalam proses penelusuran. Pemerintah bersama DPRD mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh spekulasi sebelum ada kepastian resmi.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com
















