SeputarDesa.com, Jombang – Dugaan makanan basi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan SPPG Jombatan Kesamben semakin menguat. Selain adanya siswa TK Dharma Wanita Desa Gumulan yang mengalami mual dan muntah usai menyantap menu MBG, hingga kini pihak SPPG Jombatan juga belum mengganti menu yang dipersoalkan.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (21/5/2026). Saat itu, siswa menerima menu MBG berupa nasi goreng, ayam kentaki, dan buah semangka. Tak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, seorang siswa dilaporkan mengalami mual dan muntah hingga harus mendapatkan penanganan di Puskesmas Kesamben.
Salah satu wali murid menduga nasi yang diterima anaknya sudah dalam kondisi basi.
“Nasine niki pun basi mbleyek, Pak,” ujarnya.
Yang menjadi perhatian, Tim Redaksi SeputarDesa.com menerima rekaman video yang diduga direkam sesaat setelah kejadian. Dalam video yang diterima redaksi, seseorang yang disebut sebagai pengantar MBG mengakui bahwa nasi yang dibagikan kepada siswa memang dalam kondisi basi.
Meski dugaan tersebut diperkuat oleh pengakuan dalam video yang diterima redaksi, hingga kini tidak ada informasi mengenai penggantian makanan yang dipersoalkan tersebut. Kondisi ini memicu pertanyaan dari wali murid terkait bentuk tanggung jawab penyelenggara program terhadap makanan yang diduga tidak layak konsumsi.
“Kalau memang sudah diketahui ada makanan yang basi, kenapa tidak segera diganti? Ini makanan untuk anak-anak,” kata salah satu wali murid penerima manfaat MBG, Sabtu (6/6/2026)
Sejumlah wali murid bahkan mendesak agar persoalan ini tidak berhenti pada klarifikasi semata. Mereka meminta adanya audit dan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengadaan, pengolahan, hingga distribusi makanan yang dilakukan oleh SPPG Jombatan.
Tim investigasi SeputarDesa.com telah berulang kali menghubungi Kepala SPPG Jombatan, Diana, guna meminta klarifikasi terkait dugaan makanan basi, pengakuan dalam video yang diterima redaksi, serta alasan belum dilakukannya penggantian menu yang dipersoalkan.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Diana belum memberikan jawaban maupun keterangan resmi.
Tidak adanya penjelasan dari pihak SPPG Jombatan justru menambah tanda tanya di tengah masyarakat. Sebab, program MBG yang dibiayai negara seharusnya mengedepankan kualitas, keamanan pangan, dan transparansi dalam pelaksanaannya.
Masyarakat kini menunggu langkah Badan Gizi Nasional (BGN) dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi serta pemeriksaan terhadap dugaan tersebut, termasuk menelusuri alasan mengapa menu yang dipersoalkan tidak segera diganti setelah muncul keluhan dari penerima manfaat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SPPG Jombatan terkait dugaan makanan basi maupun belum adanya penggantian menu yang dipersoalkan.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















