banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

256 Siswa di Jombang Alami Keluhan Usai Konsumsi MBG, 7 Masih Dirawat

×

256 Siswa di Jombang Alami Keluhan Usai Konsumsi MBG, 7 Masih Dirawat

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Jombang – Kasus dugaan gangguan kesehatan yang dialami siswa setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang terus bertambah. Data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang mencatat sebanyak 256 siswa mengalami keluhan kesehatan, dengan tujuh di antaranya masih menjalani perawatan di puskesmas.

Kepala Dinkes Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, mengatakan kondisi tujuh siswa yang masih dirawat relatif membaik. Mereka mengalami kondisi lemas dan terutama membutuhkan penanganan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

“Yang tujuh ini kondisinya lemas. Sebetulnya kondisinya sudah bagus, paling rehidrasi saja. Mungkin besok sudah pulang,” ujar Hexawan, Jumat (4/9/2026).

Keluhan kesehatan tersebut mulai muncul setelah para siswa menyantap hidangan MBG pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Gejala kemudian muncul secara bertahap beberapa jam setelah makanan dikonsumsi hingga malam hari.

Baca Juga :  NU Care Lazisnu PRNU Carangrejo Gelar Muharram Bahagia, Santuni 46 Anak Yatim dan Piatu

Pada awalnya, keluhan yang dialami sejumlah siswa diduga sebagai gangguan pencernaan biasa. Namun, setelah pihak sekolah melakukan pendataan terhadap siswa yang mengalami gejala dan sejumlah siswa mendapatkan pemeriksaan medis, jumlahnya diketahui mencapai ratusan.

“Jadi kejadiannya mulai dari kemarin, Rabu (2/9/2026). Awalnya orang menganggap diare biasa, tetapi setelah datanya dikumpulkan ternyata jumlahnya banyak,” jelas Hexawan.

Dinkes Investigasi Penyebab

Dinkes Jombang kini melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai tahapan penyediaan makanan, mulai dari proses pengolahan, distribusi hingga kualitas bahan pangan yang digunakan.

Meski keluhan muncul setelah siswa mengonsumsi menu MBG, Dinkes belum menyimpulkan bahwa makanan tersebut menjadi penyebab gangguan kesehatan.

Baca Juga :  Semangat Nasionalisme, Babinsa Gempol Latih Siswi SMA AT-TIBYAN

Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi untuk memastikan apakah terdapat keterkaitan antara makanan yang dikonsumsi dengan keluhan yang dialami para siswa.

“256 ini. Ya kan masih bergerak terus, nanti apakah ada yang masuk lagi di Puskesmas atau tidak,” kata Hexawan.

Selain tujuh siswa yang masih menjalani perawatan, sekitar 74 siswa tercatat mendapatkan pemantauan dan penanganan rawat jalan di sejumlah fasilitas kesehatan. Mereka antara lain menjalani pemeriksaan di puskesmas serta beberapa klinik swasta, termasuk Klinik Mitra Plus dan Klinik As-Syifa.

Sementara itu, jumlah 256 siswa tersebut masih berpotensi berubah. Dinkes Jombang masih melakukan pendataan karena kemungkinan terdapat siswa yang baru mengalami gejala maupun baru memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Pemantauan Terus Dilakukan

Dinkes Jombang memastikan kondisi para siswa terus dipantau. Penanganan medis diberikan sesuai kondisi masing-masing pasien, sementara proses investigasi terhadap sumber keluhan masih berlangsung.

Baca Juga :  Isu Pungli Bayangi Pelaksanaan Program PTSL

Kasus ini menjadi perhatian karena jumlah siswa yang mengalami keluhan cukup besar dan terjadi dalam waktu yang berdekatan setelah konsumsi makanan MBG.

Namun, hingga hasil pemeriksaan keluar, penyebab gangguan kesehatan tersebut masih belum dapat dipastikan. Dinkes Jombang menegaskan bahwa kesimpulan mengenai sumber keluhan harus didasarkan pada hasil investigasi dan pemeriksaan, bukan semata-mata berdasarkan waktu munculnya gejala setelah konsumsi makanan.

Perkembangan jumlah siswa yang mengalami keluhan serta hasil pemeriksaan selanjutnya masih menunggu proses pendataan dan investigasi dari pihak terkait.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Penulis: MiftahuddinEditor: Irwani Umam

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi