SeputarDesa.com, Jombang – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung menggelar rapat koordinasi dan evaluasi menghadapi Musim Tanam (MT) III di tiga daerah irigasi (DI), yakni Daerah Irigasi Jengkelok, Babakan, dan Kabuyutan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, dan menjadi forum koordinasi antara pengelola sumber daya air, pemerintah kecamatan, serta para pengurus air untuk memastikan ketersediaan dan distribusi air irigasi bagi petani selama musim tanam.
Rapat dibuka oleh Plt Camat Banjarharjo, Kuswanto. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Unit Pengelola Bendungan IV yang mewakili Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dodo Wardoyo, turut memaparkan kondisi ketersediaan air di sejumlah bendungan yang menjadi sumber pengairan wilayah pertanian.
Dodo menjelaskan, menghadapi MT III, Bendungan Malahayu saat ini memiliki ketersediaan air sekitar 9 juta meter kubik (m³). Sementara itu, Bendungan Kuningan masih memiliki cadangan air sekitar 13 juta m³.

Menurutnya, kondisi ketersediaan air tersebut perlu dikelola secara cermat melalui koordinasi dan penataan pola tanam, sehingga kebutuhan air pertanian dapat disesuaikan dengan kemampuan sumber daya air yang tersedia.
Dalam pemaparannya, Dodo juga menekankan pentingnya penataan RTT maupun RTTG ke depan dengan mengacu pada Surat Keputusan (SK) Bupati. Penataan tersebut diharapkan dapat membuat rencana tata tanam dan rencana tata tanam global berjalan lebih tertib serta menjadi dasar dalam pengaturan distribusi air.
“Ke depan RTT maupun RTTG tentunya berdasarkan surat keputusan bupati agar RTOW bisa tertata,” ujar Dodo dalam rapat tersebut.
Sementara itu, Kabid Irigasi PSDAPR, Metik Yudo Irawan, memberikan perhatian khusus terhadap mekanisme distribusi air di tingkat lapangan.
Ia berpesan kepada para pengurus air agar meningkatkan pemantauan terhadap penyaluran air, terutama untuk memastikan air benar-benar sampai kepada petani secara adil dan sesuai kebutuhan.
Menurutnya, koordinasi di tingkat pengelola air menjadi salah satu kunci agar tidak terjadi ketimpangan dalam distribusi air irigasi, terlebih saat memasuki musim tanam yang membutuhkan pengaturan pasokan secara cermat.
Selain membahas evaluasi dan koordinasi ketersediaan air, rapat tersebut juga membahas alih kelola tenaga pekerja pengelolaan irigasi yang sebelumnya berada di bawah Pemerintah Provinsi.

Kini, para pekerja tersebut berada dalam binaan BBWS Cimanuk Cisanggarung. Sebanyak 81 orang Petugas Pengelola Air (PPA) yang bertugas di tiga daerah irigasi, yakni Jengkelok, Babakan, dan Kabuyutan, secara resmi mulai menjadi binaan BBWS Cimanuk Cisanggarung sejak 23 Agustus 2026.
Alih kelola tersebut menjadi bagian dari penataan pengelolaan jaringan irigasi sekaligus memperkuat koordinasi antara petugas di lapangan dengan BBWS sebagai pengelola sumber daya air.
Melalui rapat koordinasi dan evaluasi ini, seluruh pihak diharapkan dapat menyatukan langkah dalam menghadapi MT III. Ketersediaan air yang terbatas harus diimbangi dengan perencanaan tata tanam yang baik serta pengawasan distribusi di lapangan agar kebutuhan petani tetap dapat terpenuhi secara proporsional.
Dengan koordinasi yang lebih terintegrasi, pengelolaan air di DI Jengkelok, Babakan, dan Kabuyutan diharapkan berjalan lebih tertib, transparan, dan berorientasi pada pemerataan manfaat bagi para petani di Kabupaten Brebes.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















