banner 970x250
Berita

DAM Kedungpeluk Rampung, Bupati Subandi Semprot Kontraktor: “Jangan Asal Jadi, Kualitas Harus Utama!”

×

DAM Kedungpeluk Rampung, Bupati Subandi Semprot Kontraktor: “Jangan Asal Jadi, Kualitas Harus Utama!”

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Sidoarjo – Kabar melegakan sekaligus catatan penting datang dari pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan Sidoarjo. Proyek DAM Kedungpeluk yang dinanti-nantikan warga untuk mengatasi banjir di wilayah Tanggulangin dan sekitarnya dinyatakan telah mencapai progres 100 persen. Namun, rampungnya proyek ini tak lepas dari sorotan tajam Bupati Sidoarjo, Subandi.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada Sabtu (28/02/2026), Bupati Subandi yang didampingi Kepala Dinas PUBM Muhammad Makhmud dan Camat Candi, menemukan sejumlah titik pengerjaan yang dinilai kurang maksimal dan terkesan dipaksakan.

“Bisa dikatakan pembangunan ini selesai, namun masih ada beberapa pengerjaan yang kurang bagus. Banyak catatan-catatan yang harus diperbaiki karena terkesan dipaksakan,” tegas Subandi di lokasi proyek.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi Pembangunan Desa, Dandim 0819/Pasuruan Ikuti Vidcon Rakernis TMMD

Bupati menekankan bahwa ia tidak ingin proyek desa dibangun asal-asalan hanya karena mengejar waktu. Menurutnya, kualitas pengerjaan harus tetap menjadi prioritas utama agar fasilitas tersebut aman dan tahan lama bagi masyarakat.

“Kalau kejar waktu biasanya kualitas tidak maksimal. Ini yang kita koreksi. Yang penting sekarang sudah bisa difungsikan, tapi kekurangan harus segera dibenahi. Termasuk pemadatan tanah dan pembersihan sisa material, saya beri waktu satu minggu untuk merapikan,” tambahnya dengan nada tegas.

Denda Tetap Berjalan Tak hanya soal kualitas fisik bangunan, Bupati Subandi juga menyinggung masalah kedisiplinan kontraktor. Ia memastikan bahwa aturan denda tetap diberlakukan bagi pihak pelaksana yang mengalami keterlambatan pengerjaan.

Baca Juga :  Aturan Dibatalkan, Pencairan Dana Koperasi Desa Merah Putih di Kukar Belum Bisa Dilakukan

“Kalau sudah terlambat ya dendanya tetap berjalan. Kita perketat pengawasan agar tidak ada lagi proyek yang kualitasnya rendah,” pungkasnya.

Keluhan Warga Jadi Perhatian Sementara itu, Kepala Dinas PUBM Sidoarjo, Muhammad Makhmud, menyatakan telah menginventarisir kekurangan teknis yang ada. Ia juga menegaskan bahwa dampak dari pekerjaan proyek, seperti kerusakan jalan desa atau aliran air yang sempat meluber ke permukiman warga selama masa konstruksi, sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor.

“Dampak pekerjaan seperti jalan dan aliran air yang berubah harus dikembalikan seperti kondisi awal. Itu kewajiban kontraktor dan sudah kami catat,” ujar Makhmud.

Baca Juga :  Dari Bali ke Bukares: Kisah Kusta, Migrasi, dan Stigma yang Tak Pernah Pergi

Keberadaan DAM Kedungpeluk ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi warga desa di wilayah Candi, Tanggulangin, dan sekitarnya yang kerap menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba. Kini, bola panas ada di tangan kontraktor untuk segera melakukan pembenahan dalam waktu satu pekan ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi