Seputardesa.com, Jombang – Terletak di kaki Gunung Anjasmoro, tepatnya di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, berdiri sebuah situs bersejarah bernama Candi Arimbi. Bangunan yang berasal dari abad ke-14 ini bukan sekadar susunan batu andesit, melainkan saksi bisu kejayaan Kerajaan Majapahit yang masih kokoh hingga kini.
Gerbang Utama Majapahit
Secara historis, para ahli meyakini bahwa Candi Arimbi berfungsi sebagai pintu masuk atau gapura utama menuju pusat wilayah Majapahit dari arah selatan. Letaknya yang strategis di jalur penghubung menuju Malang dan Kediri menjadikannya titik penting pada masa lampau.
Nama “Arimbi” diambil dari tokoh pewayangan, Dewi Arimbi. Namun bagi para sejarawan, nilai candi ini jauh lebih mendalam. Berdasarkan temuan arca Parwati—yang kini disimpan di Museum Nasional Indonesia—Candi Arimbi diyakini sebagai candi pendarmaan untuk menghormati Tribhuwana Wijayatunggadewi, penguasa Majapahit pada tahun 1328–1350 M.
Keunikan Arsitektur dan Relief
Candi Arimbi memiliki ciri khas arsitektur Jawa Timur dengan penggunaan batu andesit pada bagian kaki dan tubuh bangunan.
- Detail relief: Pada bagian kaki candi, terdapat deretan relief yang menggambarkan kehidupan masyarakat masa lampau, lengkap dengan motif flora yang diukir dengan detail tinggi.
- Struktur bangunan: Meski bagian atap sudah tidak utuh, struktur kaki dan tubuh candi yang tersisa menunjukkan presisi teknik pembangunan era Majapahit.
- Lingkungan sekitar: Candi ini dikelilingi taman yang tertata rapi dengan udara sejuk khas pegunungan, menjadikannya tempat ideal untuk wisata sekaligus refleksi sejarah.
Potensi Wisata Budaya
Pemerintah Kabupaten Jombang terus melakukan upaya pelestarian agar situs ini tetap terjaga. Salah satu pengelola menyebut, Candi Arimbi merupakan aset berharga yang tidak hanya penting untuk penelitian sejarah, tetapi juga berpotensi besar sebagai destinasi wisata edukasi.
Akses menuju lokasi relatif mudah dari pusat Kota Jombang. Dengan tiket masuk yang terjangkau, pengunjung dapat mempelajari sejarah kerajaan Nusantara sekaligus menikmati keindahan seni pahat warisan leluhur.
Tips Berkunjung
- Waktu terbaik: Datang pada pagi hari sekitar pukul 08.00 atau sore hari sekitar pukul 15.00 untuk mendapatkan pencahayaan terbaik, terutama bagi fotografi.
- Jaga kelestarian: Sebagai situs cagar budaya, pengunjung dilarang mencoret bangunan atau membuang sampah sembarangan.
Mengunjungi Candi Arimbi bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap warisan sejarah dan identitas bangsa yang terukir dalam setiap pahatan batunya. (Miftah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com
















