SeputarDesa.com, Cirebon – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan dengan lokasi yang tidak biasa, yakni di basecamp pendakian Gunung Ciremai, Cadas Poleng, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kamis (30/4/2026).
Pelantikan tersebut berlangsung dalam suasana sejuk kaki Gunung Ciremai. Dian menyebut pemilihan lokasi pelantikan dilakukan secara sengaja karena Cadas Poleng memiliki makna simbolis sebagai titik awal perjuangan menuju puncak tertinggi di Jawa Barat.
“Cadas Poleng ini menjadi simbol perjalanan dan perjuangan menuju puncak. Tantangan di depan akan semakin berat, seperti mendaki Gunung Ciremai,” ujar Dian.
Dalam pelantikan tersebut, empat pejabat dilantik menempati jabatan strategis, yakni Tatiek Ratna Mustika, S.Sos., M.T. sebagai Kepala Dinas Sosial, Aries Susandi, S.T., M.Si. sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Rangga Apriatna, S.STP., M.AP. sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta H. Apip Ropi’i, Ners., S.Sos., S.KM., M.M.Kes. sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak.
Selain itu, dilakukan pula pengangkatan pejabat administrator dan pengawas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berdasarkan Keputusan Kementerian Dalam Negeri. Pejabat tersebut antara lain Didi Ahyana, S.Sos. sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Agha Adhinugraha, S.Sos., M.Si. sebagai Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan, serta Denni Abdurahim, S.E. sebagai Kepala Subbagian Keuangan.
Dalam arahannya, Bupati Dian menekankan bahwa jabatan yang lebih tinggi berarti tantangan yang lebih besar. Ia mengingatkan para pejabat agar selalu berpijak pada aturan dalam menjalankan amanah.
“Semakin tinggi posisi, semakin besar tantangan. Terpaan akan semakin kuat. Maka ketika kita merasa goyah, jangan berpegang pada jabatan, tetapi berpeganglah pada aturan,” tegasnya.
Bupati Dian juga menegaskan bahwa birokrasi saat ini harus bergerak cepat, adaptif, serta mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pejabat tidak cukup hanya diukur dari program atau kepatuhan regulasi, tetapi dari manfaat yang dirasakan langsung oleh publik.
Ia pun mendorong seluruh pejabat untuk meninggalkan pola kerja lama yang stagnan dan berani menghadirkan inovasi serta terobosan strategis yang berdampak bagi kemajuan daerah.
Sebagai bentuk pengawasan, Dian menyampaikan bahwa kinerja para pejabat akan dievaluasi secara berkala dengan indikator terukur, meliputi kedisiplinan, konsistensi, serta capaian nyata.
Menutup sambutannya, Dian mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk bekerja dengan integritas, keteladanan, serta semangat pengabdian.
“Jejak seorang pejabat tidak ditentukan oleh jabatannya, tetapi oleh karya dan manfaat yang ditinggalkan. Pengabdian itulah yang akan dikenang oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com
















