banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Launching Maghrib Mengaji, Bupati Kuningan Buka MTQ Kecamatan Nusaherang

×

Launching Maghrib Mengaji, Bupati Kuningan Buka MTQ Kecamatan Nusaherang

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Cirebon – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Nusaherang yang digelar di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Jambar, Kecamatan Nusaherang, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Maghrib Mengaji, Daurah Imam Masjid dan Musholla, serta gerakan peduli lingkungan melalui penanaman pohon.

Dalam sambutannya, Bupati Dian menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan MTQ yang dinilai bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari syiar Islam dan upaya membangun pendidikan karakter masyarakat.

Menurutnya, kesuksesan MTQ tidak cukup diukur dari kemeriahan acara maupun besarnya hadiah, tetapi harus tercermin dalam meningkatnya semangat masyarakat untuk memakmurkan masjid dan musholla serta membiasakan membaca Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Indikator suksesnya MTQ bukan hanya ramainya pembukaan atau besarnya hadiah, tetapi bagaimana masjid dan musholla semakin hidup melalui Gerakan Maghrib Mengaji,” ujar Bupati Dian.

Baca Juga :  Bentuk Prajurit Tangguh dan Disiplin, Kodim 0819/Pasuruan Gelar Latihan PSM

Bupati juga menyoroti tantangan moral dan sosial generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital, mulai dari penggunaan gawai yang tidak terkendali, maraknya judi online, pinjaman online, hingga tingginya angka perceraian.

Ia menilai Gerakan Maghrib Mengaji menjadi langkah strategis untuk membentuk generasi Qur’ani yang cerdas secara intelektual, spiritual, sosial, dan emosional.

“Kita ingin anak-anak hari ini tidak hanya pintar scrolling media sosial, tetapi juga lancar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar,” katanya.

Bupati Dian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan budaya mengaji setelah Maghrib, baik di rumah maupun di masjid dan musholla.

“Gerakan Maghrib Mengaji ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau para kiai saja, tetapi tanggung jawab kita semua, keluarga, orang tua, tokoh masyarakat dan seluruh elemen umat,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati Dian juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas imam dan khatib melalui program daurah. Ia berharap para imam dan khatib mampu menghadirkan dakwah yang sejuk, moderat, dan menenangkan masyarakat.

Baca Juga :  Lepas Jemaah Haji Kabupaten Cirebon, Pesan Bupati, Jaga Kesehatan dan Semoga Menjadi Haji Mabrur

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Dian menyampaikan dukungan terhadap gerakan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, tantangan alih fungsi lahan dan tekanan terhadap kawasan hijau harus diantisipasi melalui aksi nyata menjaga alam, termasuk melindungi sumber mata air di wilayah Nusaherang.

Bupati Dian juga merespons aspirasi masyarakat terkait kebutuhan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan perbaikan akses jalan menuju pondok pesantren. Ia meminta pihak kecamatan dan desa segera menyampaikan titik koordinat lokasi yang membutuhkan penerangan untuk ditindaklanjuti.

Pada kesempatan itu, Bupati turut mengapresiasi keberadaan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Jambar yang dinilai berhasil mencetak generasi Qur’ani dan menjadi pusat pendidikan keagamaan di Kecamatan Nusaherang.

Sementara itu, panitia pelaksana menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Kuningan beserta jajaran. Panitia menjelaskan, MTQ tahun ini digelar dalam tiga cabang perlombaan, yakni Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Tilawah, dan Murottal.

Baca Juga :  Pungutan PKH Diduga Terstruktur di Dua Desa, Bantuan Disebut Tak Lagi Diterima Utuh

Panitia juga menyebutkan, Pondok Pesantren Al-Ikhlas Jambar saat ini memiliki lebih dari 300 santri putra-putri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 santri telah berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Selain itu, sejumlah alumni pondok pesantren juga telah melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri, seperti Mesir, Yaman, dan Turki.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kuningan, unsur Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Camat Nusaherang, Forkopimcam, para kepala desa se-Kecamatan Nusaherang, tokoh agama, alim ulama, pimpinan pondok pesantren, dewan hakim, peserta MTQ, serta masyarakat setempat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi