Oleh: Dr. Hj. Lia Istifhana
Anggota DPD RI
Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum reflektif bagi seluruh bangsa Indonesia untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila adalah warisan pemikiran luhur para pendiri bangsa yang telah terbukti mampu menjaga keutuhan Indonesia di tengah keberagaman yang begitu besar.
Dalam perjalanan sejarah bangsa, Pancasila telah menjadi pemersatu yang melampaui perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial. Di atas landasan itulah Indonesia tumbuh sebagai bangsa yang kuat, mampu menghadapi berbagai tantangan dan dinamika zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Hari Lahir Pancasila tahun 2026 hadir di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat. Perkembangan teknologi informasi, transformasi digital, perubahan pola interaksi sosial, hingga tantangan ekonomi dan lingkungan menuntut bangsa Indonesia untuk terus beradaptasi. Namun, di tengah arus perubahan tersebut, nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi pedoman utama agar kemajuan yang dicapai tidak mengikis karakter dan identitas bangsa.
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan pentingnya moralitas dan integritas dalam kehidupan publik. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengingatkan kita untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan. Sila Persatuan Indonesia menjadi penguat bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus dirawat bersama. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan menegaskan pentingnya demokrasi yang sehat dan berkeadaban. Sementara sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menjadi tujuan akhir dari seluruh ikhtiar pembangunan bangsa.
Sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, saya memandang bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus hadir dalam setiap proses pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus mampu menghadirkan pemerataan, keadilan, dan kesejahteraan yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Peran daerah dalam menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sangatlah penting. Daerah merupakan ruang kehidupan yang paling dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan pendidikan karakter, budaya gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial harus terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dari daerah yang kuat dan harmonis akan lahir Indonesia yang kokoh dan berdaya saing.
Di tengah perkembangan media sosial dan derasnya arus informasi, masyarakat juga perlu semakin bijak dalam menyikapi berbagai perbedaan pandangan. Ruang digital hendaknya menjadi sarana memperkuat persatuan, bukan memperlebar perpecahan. Semangat saling menghormati, berdialog, dan mengedepankan kepentingan bangsa harus terus dikedepankan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila di era modern.
Generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam melanjutkan estafet perjuangan bangsa. Mereka bukan hanya pewaris masa depan Indonesia, tetapi juga penjaga nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menanamkan pemahaman bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan panduan hidup yang relevan dalam menjawab tantangan zaman.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan nasional, memperkokoh semangat gotong royong, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Dengan menjadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam setiap langkah, Indonesia akan mampu terus bergerak maju tanpa kehilangan akar nilai dan identitas kebangsaannya.
Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 sebagai pengingat bahwa masa depan Indonesia dibangun di atas persatuan, keadilan, dan semangat kebersamaan. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, Pancasila tetap menjadi rumah besar yang mempersatukan seluruh anak bangsa.
Dirgahayu Pancasila 1 Juni 2026.
Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa, Menuntun Indonesia Menuju Masa Depan yang Maju dan Bermartabat.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















