banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaPeristiwa

PLN Akui Pemadaman Bergilir di Jawa Timur Dipicu Defisit Pasokan Listrik, Warga Keluhkan Jadwal Tak Menentu

×

PLN Akui Pemadaman Bergilir di Jawa Timur Dipicu Defisit Pasokan Listrik, Warga Keluhkan Jadwal Tak Menentu

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur akhirnya mengakui bahwa pemadaman listrik bergilir yang terjadi di berbagai daerah di Jawa Timur selama dua pekan terakhir disebabkan oleh berkurangnya pasokan listrik dari sektor pembangkitan. Kondisi tersebut memaksa perusahaan melakukan manajemen beban untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan dan mencegah terjadinya gangguan yang lebih luas.

Pengakuan tersebut disampaikan Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari. Ia menjelaskan bahwa sejumlah pembangkit listrik mengalami kendala teknis operasional yang berdampak pada menurunnya kapasitas suplai daya ke sistem kelistrikan Jawa Timur dan sebagian wilayah Jawa lainnya.

Menurut Puspita, berkurangnya pasokan listrik membuat PLN harus mengambil langkah pengaturan beban melalui pemadaman bergilir di beberapa daerah. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumsi listrik masyarakat dengan daya yang tersedia dari pembangkit.

“Memang kondisi ini lebih banyak dikaitkan dengan berkurangnya pasokan listrik yang masuk, baik di Jawa Timur maupun beberapa wilayah Jawa lainnya. Ada kendala pada sistem pembangkitan sehingga kapasitas suplai berkurang dan kami perlu melakukan manajemen beban,” ujarnya Kamis (18/6/2026).

Meski demikian, Puspita menyebut penurunan pasokan listrik yang terjadi tidak terlalu besar. Berdasarkan evaluasi PLN, penurunan kapasitas daya berada di bawah lima persen dari total beban sistem kelistrikan Jawa Timur. Namun dalam sistem jaringan yang terintegrasi, penurunan tersebut cukup memengaruhi keandalan pasokan sehingga perlu dilakukan langkah pengendalian.

Baca Juga :  Pembongkaran Makam di Pasar Sepanjang Picu Polemik, DPRD Sidoarjo Turun Tangan

“Kalau rata-rata penurunan pasokan sebenarnya tidak sampai lima persen dari seluruh beban. Namun dalam kondisi tertentu, pengurangan daya sekecil apa pun tetap harus diantisipasi agar tidak menyebabkan gangguan yang lebih besar,” katanya.

Pemadaman Diklaim Demi Menjaga Keandalan Sistem

PLN menjelaskan bahwa manajemen beban merupakan langkah teknis yang lazim dilakukan ketika terjadi ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik. Dengan melakukan pemadaman bergilir secara terbatas, sistem kelistrikan dapat tetap beroperasi secara aman tanpa mengalami pemadaman total (blackout).

Selama masa gangguan berlangsung, PLN mengaku telah mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mempercepat pemulihan operasional pembangkit. Berbagai upaya dilakukan agar kapasitas pembangkitan dapat segera kembali normal dan pasokan listrik kepada pelanggan dapat dipulihkan sepenuhnya.

Baca Juga :  Industri Interior Surabaya Tunjukkan Tren Layanan Lebih Terbuka

Namun di tengah proses tersebut, masyarakat di berbagai daerah justru menyampaikan keluhan terkait frekuensi pemadaman yang cukup sering terjadi. Tidak sedikit pelanggan yang mengaku mengalami pemadaman lebih dari sekali dalam sehari dengan durasi yang bervariasi.

Minim Informasi dan Jadwal Pemadaman Jadi Keluhan Utama

Selain terganggunya aktivitas rumah tangga dan usaha, masyarakat juga menyoroti minimnya informasi resmi terkait jadwal pemadaman. Banyak pelanggan mengaku tidak memperoleh pemberitahuan sebelumnya sehingga kesulitan mengantisipasi dampak pemadaman terhadap pekerjaan, kegiatan belajar, maupun operasional usaha.

Menanggapi hal tersebut, PLN menyatakan bahwa perubahan kondisi pembangkit sering kali terjadi secara mendadak. Ketika ada unit pembangkit yang mengalami gangguan atau harus menghentikan operasi untuk pemeliharaan darurat, perusahaan harus segera melakukan penyesuaian distribusi daya.

“Kami sering menerima informasi secara mendadak terkait kondisi pembangkit. Ada kalanya pembangkit harus keluar dari sistem karena gangguan teknis atau pemeliharaan. Dalam kondisi pasokan yang sudah terbatas, tentu kami harus segera mengatur kembali jadwal manajemen beban,” jelas Puspita.

Kondisi inilah yang menurut PLN menyebabkan jadwal pemadaman tidak selalu dapat diumumkan jauh hari sebelumnya. Bahkan dalam beberapa kasus, pemadaman harus dilakukan dalam waktu singkat untuk menjaga kestabilan jaringan listrik.

Baca Juga :  Peduli Keselamatan Pengguna Jalan, Babinsa Sumberpitu Bersama Warga Bersihkan Rumput Liar

PLN Minta Maaf dan Janji Percepat Pemulihan

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, pelanggan bisnis, sektor industri, maupun instansi pemerintah yang terdampak oleh kebijakan pemadaman bergilir tersebut. Perusahaan menyadari gangguan pasokan listrik telah memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat dan pelayanan publik.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus berupaya memberikan informasi kepada pelanggan dan mempercepat proses pemulihan agar pasokan listrik kembali normal,” ujar Puspita.

Saat ini PLN terus berkoordinasi dengan pengelola pembangkit dan seluruh pihak terkait untuk mempercepat penanganan gangguan. Perusahaan memastikan perkembangan proses pemulihan akan terus disampaikan melalui kanal komunikasi resmi.

Masyarakat berharap PLN dapat segera mengatasi kendala pasokan listrik yang terjadi sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, pemerintahan, dan kebutuhan rumah tangga dapat kembali berjalan normal tanpa terganggu pemadaman bergilir yang tidak menentu.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi