banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaBudayaDaerah

UPN Veteran Jawa Timur dan GADISku Surabaya Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas Melalui Pelatihan Macrame Adaptif

×

UPN Veteran Jawa Timur dan GADISku Surabaya Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas Melalui Pelatihan Macrame Adaptif

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Surabaya – Komitmen dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif terus diperkuat melalui kolaborasi antara Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur dan GADISku (Galeri Disabilitas Kinasih dan Unit Pelaksana Teknis) atau UPT Dinas Sosial Jawa Timur. Melalui Program Hibah Internal Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur tahun 2026, kedua lembaga menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan Macrame Adaptif bagi Penyandang Disabilitas Surabaya sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi peserta.

Kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur ini berlangsung pada 13 Juni 2026 dalam suasana penuh antusiasme. Para peserta diajak mempelajari teknik dasar hingga praktik pembuatan kerajinan macrame yang dapat dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai jual.

Ketua pelaksana kegiatan, Lisa Odillia, S.Pd., M.Sn menjelaskan bahwa program pengabdian ini dirancang tidak hanya untuk memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan memperluas akses pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.

Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang belajar yang inklusif sekaligus membuka kesempatan bagi teman-teman disabilitas untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal untuk meningkatkan kemandirian dan produktivitas mereka, ujarnya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari kerja sama yang sedang dibangun antara UPN Veteran Jawa Timur dan GADISku Surabaya dalam bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, penelitian, serta pengembangan kapasitas penyandang disabilitas. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan berbagai program berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga :  Kepala Desa Pagertanjung Resmi Lantik Sekdes dan Kasun Pagerongkal, Camat Tekankan Sinergi Program Daerah dan Pusat

Direktur GADISku, Bapak Edy Cahyono, menyambut baik sinergi yang terjalin dengan perguruan tinggi. Menurutnya, keterlibatan akademisi dan mahasiswa menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem inklusif yang tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan.

“Kami selalu menekankan bahwa teman-teman disabilitas tidak membutuhkan belas kasihan, melainkan akses dan kesempatan. Ketika diberikan ruang untuk belajar dan berkembang, mereka mampu menunjukkan potensi yang tidak kalah dengan masyarakat pada umumnya,” jelasnya.

Selama pelatihan berlangsung, peserta tampak aktif mengikuti setiap tahapan praktik. Hasil karya yang berhasil dibuat kemudian dipresentasikan dan dipamerkan sebagai bentuk apresiasi terhadap proses belajar yang telah dilalui. Momen tersebut menjadi simbol bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

Baca Juga :  Festival Qiroati Sidoarjo Jadi Ajang Pembuktian Pembinaan Karakter Siswa Sejak Dini

Keterlibatan mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur juga memberikan pengalaman pembelajaran yang berharga. Selain mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, mahasiswa berkesempatan berinteraksi langsung dengan komunitas disabilitas sehingga memahami pentingnya prinsip inklusivitas dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui program hibah internal ini, UPN Veteran Jawa Timur menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan sosial di masyarakat. Sementara itu, Gadisku Surabaya terus memperkuat fungsinya sebagai pusat pemberdayaan yang mendorong penyandang disabilitas untuk tumbuh, mandiri, dan berdaya saing.

Baca Juga :  Lahan Pemerintah Dikelola Rakyat, BMI Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa Bara

Kedepannya, kerja sama antara UPN Veteran Jawa Timur dan Gadisku Surabaya diharapkan dapat berkembang melalui berbagai program pelatihan, pendampingan usaha, pengembangan komunikasi visual, teknologi adaptif, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia bagi penyandang disabilitas. Dengan demikian, tercipta ekosistem inklusif yang memberikan kesempatan yang setara bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

“Tidak ada manusia kelas dua. Setiap orang memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi bagi masyarakat. Yang dibutuhkan adalah kesempatan dan dukungan yang tepat,” tutup Edy Cahyono.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi