banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaPemerintahan

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wabup Purworejo Ajak Semua Elemen Kawal Pendataan hingga Pelosok Desa

×

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wabup Purworejo Ajak Semua Elemen Kawal Pendataan hingga Pelosok Desa

Sebarkan artikel ini
Foto : Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi bersama jajaran BPS Kabupaten Purworejo saat mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 di Ruang Arahiwang Setda Purworejo, Senin (29/6/2026).

SeputarDesa.com, Purworejo – Pemerintah Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Dukungan tersebut ditandai dengan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purworejo di Ruang Arahiwang Setda Purworejo, Senin (29/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., menekankan bahwa keberhasilan sensus sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat sebagai responden.

Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pendataan rutin, melainkan upaya strategis untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian daerah. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun program pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Keberhasilan Sensus Ekonomi bukan hanya tanggung jawab BPS. Seluruh perangkat daerah harus mengambil peran aktif, mulai dari Dinas KUKMP, DPMPTSP, DINKESDA, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa. Kolaborasi inilah yang akan menentukan kualitas data yang dihasilkan,” ujar Dion.

Ia mengingatkan agar proses pendataan benar-benar menjangkau seluruh aktivitas ekonomi tanpa terkecuali. Pasar tradisional, sentra UMKM, desa wisata, usaha mikro, pelaku ekonomi kreatif hingga sektor informal harus menjadi bagian dari pendataan agar tidak ada potensi ekonomi yang terlewat.

“Jangan sampai ada blank spot. Semua pelaku usaha harus terdata karena setiap informasi yang terkumpul akan menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan ekonomi Kabupaten Purworejo,” tegasnya.

Dion juga meminta seluruh pihak aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tujuan pelaksanaan sensus. Menurutnya, masih terdapat anggapan keliru bahwa pendataan ekonomi berkaitan dengan penetapan pajak, sehingga berpotensi menimbulkan keraguan masyarakat saat menerima petugas sensus.

Baca Juga :  Panen Raya di Desa Jatilor, Petani Grobogan Tersenyum Harga Gabah Capai Rp 8.000

“Sensus Ekonomi bukan untuk kepentingan perpajakan. Data yang dikumpulkan bersifat statistik dan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan. Karena itu masyarakat tidak perlu ragu memberikan informasi yang benar kepada petugas,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPS Kabupaten Purworejo, Budi Prawoto, M.M., menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan BPS. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan data dasar mengenai seluruh aktivitas ekonomi di Indonesia sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah.

Ia mengatakan, selain memotret struktur ekonomi dan karakteristik usaha, sensus tahun ini juga akan mendokumentasikan perkembangan ekonomi digital, ekonomi kreatif, serta ekonomi berbasis lingkungan yang kini menjadi bagian penting dalam transformasi ekonomi nasional.

Baca Juga :  Jadi Juri Lomba PBB Sekolah, Babinsa Tanamkan Jiwa Kedisiplinan

Untuk menyukseskan pelaksanaan sensus di Kabupaten Purworejo, BPS telah menyiapkan 1.132 petugas yang terdiri atas 1.000 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 132 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML). Mereka akan melakukan pendataan di seluruh wilayah yang mencakup 16 kecamatan.

Menurut Budi, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan manfaat strategis bagi Pemerintah Kabupaten Purworejo. Data yang terkumpul akan menjadi acuan dalam menyusun perencanaan pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy), mengidentifikasi potensi ekonomi di setiap wilayah, memperkuat investasi, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan terukur.

Baca Juga :  Momentum May Day, Seniman Cirebon, Antara Profesi dan Kebutuhan, Seni Jadi Mata Pencaharian

Pada kesempatan yang sama, BPS Kabupaten Purworejo juga memberikan penghargaan kepada empat Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026, yakni Desa Sidorejo Kecamatan Purworejo, Desa Kemanukan Kecamatan Bagelen, Desa Bulus Kecamatan Gebang, dan Desa Kebonsari Kecamatan Purwodadi. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen desa dalam membangun tata kelola data statistik yang berkualitas sebagai pendukung pembangunan berbasis data.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi