SeputarDesa.com, Jombang – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, langsung melanjutkan agenda ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, usai menuntaskan misi diplomatik kenegaraan di Iran sebagai bagian dari delegasi resmi Pemerintah Republik Indonesia.
Kedatangan Gus Yahya di lingkungan pesantren bersejarah tersebut menjadi ajang silaturahmi bersama keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang sebelumnya tertunda karena pelaksanaan tugas negara. Dalam kesempatan itu, ia turut berbagi pengalaman selama mengikuti rangkaian kunjungan diplomatik di Iran.
Gus Yahya menjelaskan, kehadiran delegasi Indonesia merupakan bentuk penghormatan resmi pemerintah Indonesia kepada pemerintah dan rakyat Iran dalam prosesi penghormatan terakhir atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Selain menyampaikan belasungkawa, delegasi Indonesia juga membawa pesan perdamaian dan kemanusiaan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
“Kehadiran kami di sana merupakan representasi resmi dari bangsa Indonesia untuk memberikan penghormatan terakhir secara langsung,” ujar Gus Yahya di hadapan para dzuriyah KH Wahab Chasbullah. Minggu (12/7/2025)
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Selama berada di Iran, rombongan melakukan sejumlah pertemuan dengan pejabat tinggi negara tersebut, di antaranya Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Dalam setiap pertemuan, Indonesia secara konsisten menyampaikan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur dialog, diplomasi, dan pendekatan kemanusiaan. Gus Yahya juga menyampaikan belasungkawa atas nama keluarga besar Nahdlatul Ulama serta menegaskan bahwa warga Nahdliyin turut merasakan duka yang dialami rakyat Iran.
Menurutnya, sejak meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, PBNU telah menginstruksikan seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk memperbanyak doa dan menggelar istigasah sebagai ikhtiar spiritual agar perdamaian dapat segera terwujud dan keselamatan umat manusia senantiasa terjaga.
Ia menyebut, seluruh pesan kemanusiaan yang dibawa delegasi Indonesia mendapat sambutan positif dari pemerintah Iran. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa Indonesia tetap dipercaya sebagai negara yang konsisten mengedepankan diplomasi damai serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam hubungan internasional.
Dalam kunjungan ke Tambakberas, Gus Yahya juga menyampaikan rasa syukur dapat kembali bersilaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Momen tersebut bertepatan dengan keputusan penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama mendatang yang akan dilaksanakan di pesantren bersejarah tersebut.
Ia menilai, penyelenggaraan Muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum memiliki makna historis dan spiritual yang kuat bagi warga Nahdlatul Ulama. Gus Yahya berharap forum permusyawaratan tertinggi organisasi itu mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang memberikan manfaat bagi organisasi, bangsa Indonesia, serta turut memperkuat kontribusi NU dalam membangun perdamaian dunia.
Menutup keterangannya, Gus Yahya menegaskan bahwa perubahan geopolitik global saat ini menuntut Nahdlatul Ulama untuk terus memperkuat peran strategisnya. Menurutnya, sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, NU harus tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman sekaligus menjadi kekuatan moral yang aktif memperjuangkan perdamaian, kemanusiaan, dan dialog antarbangsa.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















