banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Festival Jalur Rempah 2026 Hadirkan “Cirebon Cultural Wellness: Workshop Jamu Tradisional” di Keraton Kacirebonan

×

Festival Jalur Rempah 2026 Hadirkan “Cirebon Cultural Wellness: Workshop Jamu Tradisional” di Keraton Kacirebonan

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Cirebon — Pelatihan dan edukasi mengenai minuman tradisional herbal kembali digelar melalui Festival Jalur Rempah periode ketiga yang berlangsung pada Selasa (28/7/2026) di Keraton Kacirebonan, Kota Cirebon. Kegiatan bertajuk “Cirebon Cultural Wellness: Workshop Jamu Tradisional” itu diikuti 75 peserta dari wilayah Ciayumajakuning, yakni Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Workshop tersebut digelar sebagai bagian dari upaya melestarikan tradisi sekaligus mengangkat potensi jalur rempah di Kota Cirebon. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi tokoh masyarakat dan Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kota Cirebon, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) serta Keraton Kacirebonan.

Panitia Penyelenggara, Asyfatul Munawaroh, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk menjaga jamu sebagai warisan leluhur bangsa Indonesia. Menurutnya, jamu tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga dipandang sebagai solusi alami untuk menjaga kesehatan tubuh apabila diracik dengan tepat.

“Melalui workshop ini, para peserta diajak untuk belajar bersama mengenai teknik dan tata cara meracik jamu yang baik dan benar, sehingga manfaat kesehatannya dapat diperoleh secara optimal,” ujar Asyfatul.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras mendukung terselenggaranya acara.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Akibat Hujan Lebat Disertai Angin Kencang, Babinsa Bersama Warga Gotong Royong Lakukan Evakuasi

“Harapan kami, ilmu dan keterampilan meracik jamu yang diperoleh para peserta dapat membawa manfaat luas bagi kesehatan masyarakat secara alami,” tambahnya.

Ketua HARPI Melati Kota Cirebon, Wiwit Widyawati, menegaskan bahwa workshop meracik jamu tradisional ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Jalur Rempah. Kegiatan tersebut, kata dia, lahir dari kerja sama antara HARPI Melati, Pemerintah Kota Cirebon melalui Disbudpar, dan Keraton Kacirebonan.

“Festival Rempah bukan sekadar ajang untuk mengenang sejarah kejayaan rempah Nusantara, melainkan juga momentum penting untuk melestarikan tradisi meracik jamu,” kata Wiwit.

Ia menambahkan, sebagai organisasi yang bergerak di bidang tata rias dan kecantikan pengantin, HARPI Melati berkomitmen mendukung pelestarian budaya bangsa, salah satunya melalui pemanfaatan bahan-bahan alami untuk perawatan kecantikan dari luar maupun dalam tubuh.

“Melalui workshop ini, kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga semakin bangga terhadap warisan budaya bangsa,” ujarnya.

Wiwit juga menyampaikan apresiasi kepada Disbudpar Kota Cirebon, Sultan Kacirebonan, serta pihak-pihak lain yang telah berkolaborasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi yang terbangun dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Baca Juga :  Tanamkan Kedisiplinan, Koramil Purwosari Berikan Pembekalan Diklat 3 Matra

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, membawa manfaat, serta menginspirasi kita semua untuk terus melestarikan budaya Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Sultan Kacirebonan, Abdulgani, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. Ia mengatakan, koordinasi dan diskusi dengan pemerintah daerah telah kerap dilakukan untuk mendorong kemajuan sektor pariwisata berbasis budaya di Cirebon.

“Kami sering berjumpa dan berdiskusi tentang kemajuan Cirebon, khususnya pariwisata dan pengangkatan kearifan lokal. Mudah-mudahan cita-cita kita untuk mengangkat hal-hal yang bersifat tradisional dapat terwujud,” ujarnya.

Menurut Abdulgani, penyelenggaraan Festival Jalur Rempah ke-3 ini diharapkan tidak hanya melestarikan tradisi pengolahan rempah dan herbal khas Cirebon, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat serta pelaku UMKM di sektor pariwisata dan kesehatan tradisional.

Ia menilai pemilihan Keraton Kacirebonan sebagai lokasi kegiatan sangat tepat karena Cirebon memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat perdagangan rempah pada masa lalu. Sebagai wilayah pesisir dengan kerajaan bersejarah, Cirebon sejak dulu memegang peranan penting dalam jalur distribusi rempah-rempah.

Baca Juga :  Pemkab Cirebon Siapkan Solusi Terpadu Tangani Limbah Kerang Hijau di Pesisir Mertasinga

“kegiatan ini tidak hanya sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menggali tradisi budaya yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat, seperti tradisi kepengantinan dan perawatan tubuh berbasis rempah,” ujarnya.

Abdulgani menambahkan, rempah-rempah dan jamu sangat identik dengan tradisi kepengantinan Cirebon. Busana adat pengantin yang khas, dipadukan dengan tradisi minum jamu tradisional untuk perawatan pengantin agar terlihat anggun dan terawat, merupakan bagian penting dari warisan budaya yang perlu dijaga.

“Melalui workshop jamu tradisional dan perawatan pengantin ini, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal Cirebon tidak hanya tetap terjaga, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan para peserta,” tuturnya.

Ia menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut dan berharap festival serupa dapat menjadi momentum produktif untuk mengangkat kembali nilai budaya sekaligus potensi ekonomi berbasis tradisi lokal di Kota Cirebon.

“Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini. Diharapkan acara ini dapat menjadi momentum yang produktif untuk mengangkat kembali nilai budaya sekaligus potensi ekonomi berbasis tradisi lokal,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi