SeputarDesa.com, Brebes — Waduk Malahayu yang berada di wilayah barat Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Memasuki Musim Tanam III, pengelolaan dan perawatan bendungan menjadi perhatian penting untuk memastikan ketersediaan air irigasi bagi sektor pertanian.
Pada Selasa (11/8/2026), Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Malahayu menindaklanjuti arahan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, dalam kegiatan pemantauan sekaligus upaya perawatan dan pengelolaan Bendungan Malahayu.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah BBWS Cimanuk Cisanggarung untuk memastikan kondisi Bendungan Malahayu tetap aman, terawat, dan mampu menjalankan fungsi utamanya secara optimal, terutama dalam menghadapi kebutuhan air pada Musim Tanam III.
Dalam pelaksanaan di lapangan, jajaran UPB Malahayu juga mendapat arahan dari Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP), Martius, S.ST., MT., agar pemantauan dan perawatan sarana bendungan dilakukan secara konsisten.
“Kami terus memastikan seluruh fasilitas dan peralatan bendungan, khususnya hidromekanikal dan elektrikal, dalam kondisi siap dan berfungsi optimal. Ini penting untuk menjaga kelancaran distribusi air irigasi, terutama saat memasuki Musim Tanam III,” demikian arahan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Perhatian tidak hanya diarahkan pada kondisi fisik bendungan, tetapi juga terhadap kesiapan seluruh perangkat Hidromekanikal dan Elektrikal (HME). Peralatan tersebut harus dipastikan dapat berfungsi optimal untuk mendukung pengaturan dan distribusi air irigasi.
Kesiapan tersebut menjadi sangat penting karena Bendungan Malahayu memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan air untuk Daerah Irigasi (DI) Malahayu. Distribusi air yang terjaga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pertanian masyarakat, khususnya pada Musim Tanam III yang sedang berlangsung.
“Bendungan harus tetap aman dan berfungsi secara berkelanjutan. Pemeliharaan dan pengecekan di lapangan merupakan bagian penting untuk memastikan pelayanan air irigasi kepada masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.
Perawatan bendungan juga merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan keberlanjutan fungsi infrastruktur sumber daya air. Dengan pemantauan secara berkala dan kesiapan petugas di lapangan, berbagai potensi gangguan terhadap operasional bendungan dapat diantisipasi lebih dini.
BBWS Cimanuk Cisanggarung menempatkan keandalan Bendungan Malahayu sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Ketersediaan air yang terjaga menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan lahan pertanian dapat memperoleh suplai air sesuai kebutuhan.
Dengan Bendungan Malahayu tetap aman dan seluruh perangkat pendukungnya berfungsi optimal, distribusi air irigasi diharapkan tetap terjaga sehingga kebutuhan air pertanian selama Musim Tanam III dapat terpenuhi.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen pengelola bendungan dalam menjaga infrastruktur sumber daya air agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan sektor pertanian.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















