SeputarDesa.com, Brebes – Rapat koordinasi antara penerima manfaat air Bendungan Kuningan dengan masyarakat dari wilayah hulu digelar oleh BBWS Cimanuk–Cisanggarung untuk membahas pemanfaatan air irigasi serta dampak yang dirasakan warga setempat. Bendungan Kuningan diketahui mengalirkan air untuk sekitar 1.000 hektare lahan di Kabupaten Kuningan dan 2.000 hektare di wilayah Brebes, sehingga keberadaannya sangat penting bagi sektor pertanian di dua daerah tersebut.
Dengan beroperasinya bendungan, produksi pertanian—khususnya padi—mengalami peningkatan signifikan. Para petani yang sebelumnya hanya dapat melakukan tanam dua kali setahun kini bisa menanam hingga tiga kali, memberikan manfaat ekonomi besar bagi masyarakat di wilayah hilir.
Namun, warga di daerah hulu, khususnya masyarakat Desa Randusari dan Wanaasih Dua, justru menghadapi persoalan yang muncul akibat pengaliran air tersebut. Perwakilan warga, Cecep Wahyudi selaku perangkat desa, bersama Adi sebagai warga terdampak langsung, menyampaikan keluhan bahwa air yang mengalir dari bendungan sering kali menimbulkan bau menyengat disertai suara gemuruh yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Menurut warga, persoalan ini harus mendapat perhatian bukan hanya dari BBWS, tetapi juga dari pemerintah daerah. Mengingat sebagian besar manfaat irigasi mengalir ke wilayah Brebes, masyarakat berharap Bupati Brebes turut mengetahui dan memikirkan dampak yang dirasakan warga di sekitar jalur aliran bendungan.
“Kami di hilir memang terbantu secara positif oleh keberadaan bendungan, tetapi dampak bagi warga yang tinggal dekat aliran air juga harus dilihat. Harapan kami, kehidupan anak cucu kami tetap layak dan lingkungan tetap sehat,” ujar salah satu perwakilan warga.
BBWS Cimanuk–Cisanggarung menegaskan akan melakukan evaluasi lanjutan terhadap teknis pengaliran air serta potensi penyebab bau yang muncul. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga akan ditingkatkan agar manfaat bendungan dapat dirasakan merata tanpa mengabaikan keselamatan dan kenyamanan warga sekitar.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi momentum untuk menyusun langkah konkret dalam mengatasi keluhan masyarakat, sekaligus memastikan pengelolaan Bendungan Kuningan berjalan berkelanjutan dan memperhatikan kepentingan seluruh pihak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














