SeputarDesa.com, Jombang — Realisasi pembangunan gerai dan gudang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jombang masih jauh dari target merata. Hingga akhir Maret 2026, baru 86 desa yang dinyatakan selesai sepenuhnya, sementara ratusan desa lainnya masih berada pada berbagai tahapan pengerjaan.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang, capaian pembangunan menunjukkan ketimpangan antarwilayah. Sebagian desa telah merampungkan pembangunan fisik, namun tidak sedikit yang progresnya masih di bawah 50 persen, bahkan ada yang belum memulai pembangunan sama sekali.
Kepala Dinkop UM Jombang, Hari Purnomo, menjelaskan bahwa perbedaan kondisi geografis, kesiapan lahan, hingga kapasitas sumber daya di tingkat desa menjadi faktor utama yang memengaruhi lambatnya penyelesaian proyek tersebut.
“Ada 86 desa yang sudah selesai. Sementara lebih dari 100 desa masih dalam tahap pembangunan dengan progres yang berbeda-beda. Ini dipengaruhi kondisi wilayah dan kesiapan masing-masing desa,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia merinci, desa-desa yang telah rampung umumnya berada di wilayah dengan akses material yang lebih mudah serta kesiapan administrasi yang lebih baik. Sebaliknya, desa dengan kendala akses, keterbatasan anggaran pendukung, hingga persoalan teknis di lapangan cenderung mengalami keterlambatan.
Tidak hanya itu, gerai KDKMP yang sudah berdiri pun belum bisa langsung dimanfaatkan masyarakat. Hingga kini, pemerintah daerah masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait sistem operasional, tata kelola, serta skema distribusi barang di dalam gerai.
“Bangunan sudah ada, tetapi belum bisa difungsikan karena masih menunggu mekanisme operasional yang jelas,” tambahnya.
Program KDKMP sendiri dirancang sebagai salah satu upaya penguatan ekonomi berbasis desa, dengan menyediakan pusat distribusi barang kebutuhan pokok sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal. Pemerintah Kabupaten Jombang menargetkan seluruh pembangunan dapat segera diselesaikan agar manfaat program ini bisa dirasakan merata oleh masyarakat desa.
Pemkab juga terus melakukan monitoring dan pendampingan terhadap desa-desa yang progresnya masih rendah, guna mempercepat penyelesaian pembangunan dalam waktu dekat.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com
















