Seputardesa.com, Tuban – Kehadiran fasilitas pengolahan dan penyimpanan tanah clay di Desa Pakah, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, menjadi penanda tumbuhnya aktivitas investasi berbasis sumber daya lokal yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat.
Unit usaha yang dikelola H. Maksum tersebut tidak sekadar difungsikan sebagai gudang dan pusat pengolahan material, melainkan juga sebagai ruang produktif yang membuka akses pekerjaan bagi warga sekitar. Sejumlah tenaga kerja lokal telah direkrut sebagai pekerja tetap, menciptakan stabilitas penghasilan bagi keluarga mereka.
Meski baru beroperasi di Tuban, pengembangan usaha ini bukanlah langkah awal. Model bisnis pengolahan clay tersebut telah lebih dahulu dijalankan di berbagai daerah di Indonesia, dengan manajemen dan pola kemitraan yang teruji.
“Sebenarnya ini baru saja beroperasi di Tuban, namun saya sudah lama bekerja sama dengan Pak Haji di lokasi usaha sebelumnya. Alhamdulillah, selama bertahun-tahun ini pekerjaan ini menjadi sandaran ekonomi keluarga saya,” ungkap arto, salah satu pekerja lokal, Rabu (25/2/2026).
Ia berharap ekspansi usaha di Tuban dapat berkembang secara berkelanjutan dan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
“Semoga ke depan usaha ini semakin berkembang dan mampu memperluas jangkauan operasionalnya. Dengan begitu, masyarakat lokal bisa terus memperoleh pekerjaan yang stabil untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Sebagai informasi, jaringan usaha pengolahan tanah clay yang dipimpin H. Maksum telah tersebar di sejumlah wilayah nasional dengan total tenaga kerja mencapai sekitar 270 orang. Pembukaan unit di Tuban diharapkan tidak hanya memperluas jaringan usaha, tetapi juga memperkuat kontribusi sektor industri pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkesinambungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














