SeputarDesa.com, Grobogan – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Grobogan ke-300 diisi dengan kegiatan religius bertajuk Majlis Dzikir Maulidurrasul SAW yang digelar pada Minggu pagi, 12 April 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga momentum memperkuat persatuan masyarakat serta refleksi pembangunan daerah.
Acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Grobogan bersama Jama’ah Al Khidmah dan masyarakat ini turut dirangkai dengan haul para masyaikh dan sesepuh ulama, halal bihalal, serta doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan Grobogan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Grobogan Setyo Hadi, jajaran Forkopimda, tokoh agama, Jama’ah Al Khidmah, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Grobogan. Kehadiran unsur pemerintah dan masyarakat dalam satu majelis menjadi simbol sinergi antara ulama dan umara dalam membangun daerah.
Rangkaian acara berlangsung terstruktur dan sarat makna. Kegiatan diawali dengan tawasul dan istighosah sebagai bentuk permohonan pertolongan kepada Allah SWT, dilanjutkan pembacaan manakib untuk mengenang keteladanan para ulama, kemudian dzikir dan tahlil yang dipanjatkan secara berjamaah. Puncaknya adalah pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW yang menggugah kecintaan jama’ah kepada Rasulullah, sebelum ditutup dengan doa bersama.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Hadi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari rangkaian Hari Jadi ke-300 Kabupaten Grobogan yang mengusung tema “Nyawiji Mbangun Kutho, Bangun Deso.” Tema tersebut, menurutnya, mencerminkan semangat persatuan dalam membangun kota dan desa secara berkelanjutan.
Ia juga memanfaatkan momentum yang masih dalam suasana Idul Fitri untuk menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Grobogan, saya mengucapkan minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.
Lebih jauh, Bupati menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya berpartisipasi dalam pembangunan fisik, tetapi juga terus mendoakan keselamatan dan kemajuan Grobogan.

“Pembangunan tidak akan berhasil tanpa kebersamaan. Doa para ulama dan masyarakat menjadi kekuatan penting bagi kemajuan daerah,” tegasnya.
Acara ditutup dengan tausiah dan doa oleh Romo Kyai Haji Husni Mubarok dari Surabaya. Dalam tausiahnya, beliau mengajak jama’ah untuk memperkuat keimanan, menjaga akhlak, serta meneladani perjuangan para ulama dalam kehidupan sehari-hari. Doa yang dipanjatkan bersama menjadi penutup khidmat yang diikuti seluruh jama’ah dengan penuh kekhusyukan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Grobogan tidak hanya menegaskan identitas religius masyarakatnya, tetapi juga memperkuat pesan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan kearifan lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















