banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaBudaya

Caruban Jejogedan Jadi Panggung Nawasena Budaya Cirebon Tampilkan 3 Jaipongan

×

Caruban Jejogedan Jadi Panggung Nawasena Budaya Cirebon Tampilkan 3 Jaipongan

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Cirebon – Sanggar Nawasena Budaya Cirebon turut memeriahkan peringatan Hari Tari Dunia melalui pagelaran seni bertajuk Caruban Jejogedan yang digelar di Grage City Mall (GCM), Sabtu malam (16/5/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sanggar Tari Dewata Soentja serta mendapat dukungan penuh dari manajemen Grage City Mall dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon.

Dalam penampilannya, Sanggar Nawasena Budaya menghadirkan tiga tarian bergenre Jaipongan, yakni Karedok Leunca, Sancang Gugat, dan Ronggeng Nyentrik. Ketiga tarian tersebut sukses memikat perhatian penonton dengan gerak dinamis, ritme enerjik, serta kekuatan ekspresi khas Jaipong yang ditampilkan secara atraktif.

Pimpinan Sanggar Nawasena Budaya, Rhesya Putri Melani, mengatakan keikutsertaan pihaknya dalam Caruban Jejogedan memiliki maksud untuk ikut menyemarakkan Hari Tari Dunia sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata dalam menjaga dan menghidupkan kesenian tradisional di ruang publik.

Baca Juga :  Resmikan Desa Cantik 2026, Pemkab Cirebon Perkuat Data untuk Pembangunan Tepat Sasaran

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan seni tari kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda, agar semakin mencintai budaya daerah.

“Keikutsertaan kami dalam Caruban Jejogedan ini bertujuan untuk turut melestarikan seni tari tradisional, sekaligus memperkenalkan Jaipongan sebagai salah satu kekayaan budaya yang masih sangat relevan untuk dinikmati semua kalangan,” ujar Rhesya Putri Melani.

Ia menambahkan, tampil di pusat perbelanjaan menjadi cara efektif untuk membawa seni tari lebih dekat dengan masyarakat modern, sehingga seni tradisi tidak hanya hidup di panggung formal, tetapi juga dapat dinikmati di ruang publik.

Baca Juga :  Fashion Show Guru TK Bertema Bhinneka Tunggal Ika Semarakkan Hari Kartini 2026 di Kesamben

“Melalui tiga tarian yang kami bawakan, kami ingin menunjukkan bahwa Jaipongan memiliki daya tarik yang kuat, penuh semangat, dan mampu menjadi hiburan sekaligus edukasi budaya bagi masyarakat,” katanya.

Rhesya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Caruban Jejogedan, yang dinilai sebagai ruang kolaborasi positif bagi para pelaku seni di Cirebon.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sanggar Tari Dewata Soentja selaku penyelenggara, manajemen Grage City Mall, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon yang telah mendukung penuh acara ini. Kegiatan seperti ini sangat luar biasa karena memberi ruang bagi sanggar-sanggar untuk tampil dan berkembang,” ungkapnya.

Baca Juga :  BGN Tegaskan Standar Mutu: 27 Satuan Pelayanan di Sampang Masuki Fase Standardisasi Ketat

Ia berharap Caruban Jejogedan dapat terus berlanjut menjadi agenda rutin, sekaligus menjadi wadah regenerasi seniman tari agar budaya daerah tetap lestari.

“Semoga Caruban Jejogedan bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Ini bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjaga warisan budaya serta menumbuhkan semangat berkesenian bagi generasi muda,” pungkas Rhesya Putri Melani.

Pagelaran Caruban Jejogedan berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai suguhan seni tari dari sejumlah sanggar, sekaligus menjadi simbol semangat pelestarian budaya dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia di Kota Cirebon.

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi