banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Diduga SPPG Dapur MBG Jatibaru 2 Prioritaskan Keluarga, Warga Lokal Keluhkan Rekrutmen

×

Diduga SPPG Dapur MBG Jatibaru 2 Prioritaskan Keluarga, Warga Lokal Keluhkan Rekrutmen

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Lampung Selatan  — Pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur MBG Jatibaru 2, Lampung Selatan, menjadi sorotan warga sekitar.

Sorotan tersebut muncul menyusul dugaan adanya praktik rekrutmen pekerja yang lebih mengutamakan keluarga atau kerabat dari pihak pengelola maupun mitra penyedia dapur. Kondisi itu dikeluhkan warga karena mereka mengaku kesulitan mendapatkan kesempatan untuk melamar dan bekerja di dapur tersebut.

Sejumlah warga bahkan menyebut adanya dugaan pekerja yang memiliki hubungan keluarga cukup dekat, mulai dari pasangan suami istri, anak, menantu hingga mertua.

“Iya mas, yang kerja di situ suami istri, anak, menantunya, mertuanya. Pokoknya keluarga besarnya. Anak saya mau melamar satu orang saja susah, katanya sudah tidak bisa lagi,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Keluhan warga juga menyebutkan bahwa terdapat pekerja yang berdomisili di luar wilayah kabupaten, sementara warga yang tinggal di sekitar lokasi dapur justru mengaku tidak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti proses rekrutmen.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi, KPU Kota Pasuruan Silaturahmi Ke Kodim 0819/Pasuruan

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai transparansi dan mekanisme perekrutan tenaga kerja di SPPG Jatibaru 2, khususnya terkait prinsip pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi dapur.

Warga Minta BGN Turun Tangan

Masyarakat berharap persoalan tersebut tidak hanya menjadi perbincangan di lingkungan sekitar, tetapi segera ditindaklanjuti oleh pihak Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk Korcam maupun Korwil yang memiliki kewenangan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.

Warga meminta dilakukan pengecekan langsung terhadap mekanisme rekrutmen di SPPG Jatibaru 2 untuk memastikan apakah proses penerimaan pekerja telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau memang ada aturan yang mengatur dan ternyata dilanggar, kami minta segera dicek. Jangan sampai program yang seharusnya memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar justru hanya dinikmati oleh kelompok atau keluarga tertentu,” kata warga tersebut.

Dugaan Nepotisme Perlu Dibuktikan

Dugaan adanya praktik nepotisme dalam rekrutmen tersebut tentunya perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak yang berwenang. Hubungan keluarga antara sejumlah pekerja, dengan sendirinya, belum cukup untuk menyimpulkan telah terjadi pelanggaran apabila tidak ditemukan bukti adanya proses rekrutmen yang diskriminatif atau bertentangan dengan ketentuan BGN.

Baca Juga :  Jaga Keselamatan Pengguna Jalan, Babinsa Bersama Warga Gelar Kerja Bakti

Karena itu, transparansi proses penerimaan pekerja menjadi penting, termasuk bagaimana pengumuman lowongan dilakukan, siapa saja yang dapat mendaftar, mekanisme seleksi, persyaratan kesehatan, serta dasar penentuan calon pekerja yang dinyatakan diterima.

Jika benar terdapat warga sekitar yang memenuhi persyaratan namun tidak memperoleh kesempatan secara transparan, sementara pihak tertentu yang memiliki hubungan keluarga dengan pengelola justru diterima tanpa proses seleksi yang jelas, kondisi tersebut patut menjadi perhatian dan bahan evaluasi.

Diminta Ada Pemeriksaan dan Klarifikasi

Masyarakat berharap BGN dapat melakukan pengecekan secara objektif terhadap struktur pekerja dan mekanisme rekrutmen di Dapur MBG Jatibaru 2.

Selain memastikan kepatuhan terhadap ketentuan program, pemeriksaan juga dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat apakah keluhan mengenai dugaan dominasi tenaga kerja dari keluarga pengelola benar adanya atau tidak.

Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan kerja sama maupun tata kelola SPPG, masyarakat meminta agar tindakan korektif dan sanksi diberikan sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Kodim Pasuruan Gelar Upacara Hari Juang TNI AD Ke-80

Namun demikian, bentuk sanksi maupun tingkat pelanggaran tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan laporan masyarakat. Hal tersebut harus menunggu hasil verifikasi dan pemeriksaan resmi dari pihak BGN.

Mitra dan Kepala SPPG Belum Berikan Konfirmasi

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, mitra penyedia Dapur MBG Jatibaru 2 maupun Kepala SPPG belum memberikan tanggapan terkait dugaan rekrutmen yang dikeluhkan warga tersebut.

Upaya konfirmasi telah dilakukan untuk memperoleh penjelasan mengenai mekanisme penerimaan pekerja, jumlah tenaga kerja, asal domisili pekerja, serta dugaan adanya hubungan keluarga di antara para pekerja.

Konfirmasi tersebut penting untuk memberikan ruang penjelasan kepada pihak pengelola sekaligus menjaga prinsip cover both sides dalam pemberitaan.

SeputarDesa.com akan terus memantau perkembangan persoalan ini dan membuka ruang bagi pihak mitra penyedia dapur maupun Kepala SPPG Jatibaru 2 untuk memberikan klarifikasi.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi