SeputarDesa.com, Sidoarjo – Jajaran legislatif Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat merespons ambruknya atap ruang kelas di SMPN 1 Gedangan, Desa Punggul, Kecamatan Gedangan. Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) sebagai bentuk pengawasan terhadap kondisi infrastruktur pendidikan di daerah.
Dalam keterangannya, Warih menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah, khususnya dalam hal pengawasan dan pemetaan bangunan sekolah yang sudah berusia tua. DPRD, kata dia, akan memperketat fungsi kontrol agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami sangat prihatin. Seharusnya ada pemetaan bangunan yang kondisinya sudah mengkhawatirkan. Jika itu dilakukan dengan baik, insiden seperti ini bisa dicegah,” tegas politisi dari Partai Golkar tersebut.
Dari hasil sidak, DPRD memastikan ambruknya atap bukan disebabkan faktor bencana alam, melainkan karena kondisi material yang sudah lapuk akibat usia dan serangan rayap. Temuan ini memperkuat desakan legislatif agar dilakukan audit menyeluruh terhadap sekolah-sekolah lain yang berpotensi mengalami kerusakan serupa.
DPRD Sidoarjo pun mendorong Pemerintah Kabupaten untuk segera mengambil langkah konkret, baik melalui pergeseran anggaran maupun skema pembiayaan lain yang memungkinkan perbaikan segera dilakukan. Meski demikian, Warih mengakui proses penganggaran memiliki mekanisme yang harus dilalui.
“Kalau tidak bisa masuk dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), kemungkinan baru bisa dianggarkan pada 2027. Karena yang perlu diperbaiki bukan hanya satu ruang kelas, tapi empat sekaligus,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, DPRD memastikan akan mengawal proses perbaikan serta mendorong evaluasi menyeluruh terhadap data sarana dan prasarana pendidikan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keselamatan siswa dan guru menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














